Minggu,  20 June 2021

87 Persen Pekerja Hanya Berpendidikan SMA, Anak Muda Bisa Jadi Racun? 

NS/RN/NET
87 Persen Pekerja Hanya Berpendidikan SMA, Anak Muda Bisa Jadi Racun? 

RADAR NONSTOP - Indonesia sedang memasuki era puncak bonus demografi. Di mana anak muda akan menjadi segmen terbesar dari populasi penduduk.

Proporsi anak muda yang besar ini, kata Jokowi, bisa menjadi tonic untuk menguatkan bangsa. Namun sebaliknya mereka juga bisa menjadi toxic atau racun bila tidak disiapkan dari sekarang.

"Saat ini, setiap tahun, ada sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja baru, anak-anak muda yang masuk ke pasar kerja. Apalagi di tengah pandemi terdapat kurang lebih 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta pekerja terdampak pandemi Covid," ujar Jokowi melalui rekaman video di acara HUT PSI ke-6, Minggu (29/11/2020).

BERITA TERKAIT :
Ganjil-Genap Kota Bogor, Pedagang: Kita Makan Dari Orang Jakarta Yang Hobi Kuliner
Di Bekasi, Corona Melejit & DBD Juga Merebak 

Menurut Jokowi, usia muda membawa energi perubahan, berpikir positif, berani melakukan lompatan, bergerak lebih lebih lincah dan gesit, serta selalu optimis melihat masa depan. Indonesia, lanjut dia, membutuhkan lebih banyak lagi anak muda yang berani, gesit, dan penuh semangat untuk menuju Indonesia maju. Itulah modal untuk memenangkan pertarungan global.

Jokowi juga menyebut jumlah pengangguran di Indonesia meningkat. Hal ini disebabkan karena wabah Corona. 

Menurut Jokowi, jumlah pengangguran di Indonesia akibat pandemi Covid-19 atau virus corona sebanyak 6,9 juta orang. Selain itu, sebanyak 3,5 juta pekerja telah terdampak wabah ini.

Sementara itu, sambung Jokowi, sebanyak 87 persen dari total penduduk pekerja memiliki tingkat pendidikan setingkat SMA ke bawah. Kemudian, 39 persen di antaranya hanya mengenyam pendidikan sekolah dasar.

"Ini artinya untuk menghadapi puncak bonus demografi, tidak ada pilihan lain bagi kita selain kita harus bekerja keras untuk menyiapkan SDM SDM kita, SDM yang unggul, kita juga harus bekerja keras menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Itulah yang menjadi prioritas utama pemerintah saat ini," terangnya.