Jumat,  26 February 2021

Emak-emak Ribut Kartu BST Bakal Ditarik

Walikota Perintahkan Sudinsos Jakut Berikan Penjelasan Ke Warga

HW/BCR
Walikota Perintahkan Sudinsos Jakut Berikan Penjelasan Ke Warga
Wakikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko/net

RN - Walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko angkat bicara soal kekisruhan penarikan kartu penerima bantuan sosial tunai (BST) di Penjaringan.

Dirinya akan meminta Suku Dinas Sosial turun ke lokasi untuk memberikan penjelasan kepada warga di RW 13 Kel. Penjaringan.

"Saya minta jajaran Sudin Sosial lakukan penjelasan ke warga," ujarnya kepada radarnonstop, Selasa(2/2/2021).

BERITA TERKAIT :
Bank DKI Sudah Salurkan 959,37 BST, Warga: Alhamdulillah Bisa Buat Nyambung Hidup   
Truk Sampah Dari Karawang Dibuang Ke DKI Ditindak Sudin LH Jakut

Ditegaskan Walikota, dalam mengantisipasi keluhan masyarakat bagi penerima bantuan di masa pandemi Corona harus menjadi perhatian bagi jajaran Dinas atau Sudin Sosial Jakarta Utara.

Sebelumnya diberitakan, - Warga +62 khususnya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara heboh lantaran ada informasi penarikan kartu bantuan sosial tunai (BST) penanggulangan Covid-19 bagi penerima bantuan langsung tunai (BLT) yang mereka terima sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

"BLT itu kita terima sebelum adanya wabah Corona. Setelah terjadi peristiwa Covid-19. Kita mendapatkan sembako presiden, kemudian diubah menjadi duit sebesar Rp.300 ribu. Eh tahu-tahu ada informasi, bagi warga penerima BST bakal didata dan dicabut kartunya, karena sudah menerima BLT yang jauh-jauh hari sebelum pandemi kita terima," ujar emak-emak di RT 14 RW 13, Kel. Penjaringan, Selasa(2/2/2021).

Mereka menilai ada ketidakberesan bagian pendataan yang dilakukan selama ini. Sebab, ane bantuan covid disama ratakan dengan penerima BLT saat pandemi belum terjadi.

"Yang kita permasalahkan, ya kemarin kita bantuan Covid-19 berupa sembako kan dapat. Kemudian pemerintah merubah sembako menjadi uang dalam bentuk BST. Kok tiba muncul pemberitahuan BST bakal ditarik. Inikan aneh," ketusnya.

Sementara itu, berdasarkan infomasi yang dihimpun redaksi, dari hasil rapat oleh para ketua RT. Apabila warga yang sudah mendapat kartu BPNT, PKH, BLT tidak menerima BST. 

Kemudian bagi warga memiliki BLT tapi menerima BST akan disuruh memilih satu diantaranya. Tujuan nya biar nanti pemerintah yang alihkan untuk yang belum menerima BST.