Sabtu,  17 April 2021

Temani Suami

Lama Menghilang, Istri Kim Jong Un Muncul Lagi  

NS/RN/NET
Lama Menghilang, Istri Kim Jong Un Muncul Lagi  
Ri Sol Ju, istri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

RN - Ri Sol Ju kembali muncul di hadapan publik. Istri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ini sempat menghilang. 

Kemunculan Ri Sol Ju menepis fitnah soal kehilangan misterius. Wanita yang biasa disapa Ri ini muncul pada Rabu (17/2).

Ri menemani suaminya saat menghadiri sebuah konser ketika hari libur terbesar di negara itu. Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/2/2021), surat kabar resmi Partai Buruh Korut, Rodong Sinmun, merilis foto pasangan itu dalam acara yang digelar untuk menandai ulang tahun mendiang Kim Jong-Il, mantan pemimpin Korut dan ayah Kim Jong-Un.

BERITA TERKAIT :
Suami Dilantik jadi Bupati Kendal, Chacha Frederica tetap Ingin Ngartis
Banjir Landa Jakarta, PLN Segera Lakukan Langkah Pengamanan

Kim Jong-Un dan istrinya tampak tersenyum saat mereka menonton konser di Teater Seni Mansudae di ibu kota Pyongyang. Tidak seperti foto sebelumnya yang diterbitkan Rodong Sinmun, mereka yang hadir tidak tampak memakai masker atau menjaga jarak sosial di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa Kim Jong-Un mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, tempat jenazah ayah dan kakeknya disemayamkan. Kim meletakkan karangan bunga untuk perayaan Hari Bintang Cemerlang itu.

Ri diketahui sering menemani Kim Jong-Un ke acara-acara publik besar, tetapi ia tidak terlihat sejak Januari tahun lalu saat acara liburan Tahun Baru Imlek. Sejumlah pihak berspekulasi mengenai kesehatan dan potensi kehamilannya.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Ri tampaknya menahan diri dari kegiatan di luar untuk mencegah infeksi virus corona dan memilih "bermain bersama anak-anak mereka."

NIS yakin Kim Jong-Un dan istrinya memiliki tiga anak. Tak banyak yang diketahui publik tentang info ketiganya.

Korea Utara belum mengonfirmasi satupun kasus COVID-19, tetapi NIS mengatakan wabah itu tidak mungkin tidak masuk ke Korut karena negara itu memiliki pertukaran aktif dengan China, tempat virus pertama kali muncul, sebelum menutup perbatasan awal tahun lalu.