Minggu,  09 May 2021

Pasien Covid Ke Wisma Atlet

Pengamat: Harga Nyawa Murah, Gak Percaya Lihat Aja Di Tangsel

RN/NS
Pengamat: Harga Nyawa Murah, Gak Percaya Lihat Aja Di Tangsel

RN- Viralnya berita terkait satu keluarga pasien covid di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang kini dirawat di Wisma Atlet Jakarta atas bantuan para wartawan, mengundang tanggapan Komunikolog Politik Nasional Tamil Selvan.

Kang Tamil panggilan akrabnya mengatakan bahwa kejadian ini menjadi bukti kongkrit bobroknya penangganan pasien Covid19 di Kota Tangerang Selatan.

"Dengan kejadian ini saya jadi bertanya, apakah ada pemerintahan di Kota Tangsel? sebab penangganan yang diakui oleh NA (istri AE) membuktikan murahnya harga nyawa di sana," ungkap Ketua Forum Politik Indonesia ini secara tegas kepada awak media, Sabtu (17/4).

BERITA TERKAIT :
Beri Santunan dan Sembako, Lembaga Riset Politik KPN Bareng PWI Tangsel Gelar Baksos
Ada Kasus Varian Baru Virus Corona di Jakarta, Begini Upaya Rekan Indonesia

Kang Tamil menambahkan bahwa banyak pihak yang mempertanyakan pengunaan realokasi anggaran untuk penanganan Covid19 di Tangsel yang dinilai tidak sesuai pada implementasinya.

"Saya kira jika Pemkot Tangsel masih punya rasa kemanusiaan, mereka harus usut tuntas mengapa pihak puskesmas berlaku demikian. Saya juga mendorong KPK mengusut pengunaan anggaran covid yang dinilai masyarakat tidak tepat di sana (Pemkot Tangsel)," tambahnya.

Sebelumnya, AE (35) dan AF (27) warga Komplek Vila Dago Tol, RT 08 RW 20, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan penanganan Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 karena tidak ditangani dengan baik di Puskesmas.

"Dari Senin (5/4) sudah ke Puskesmas tapi engga ditangani karena Puskesmas fokus ke vaksinasi katanya, nah Rabu (7/4) akhirnya tes mandiri hasilnya langsung keluar bahwa memang positif," kata NA, Rabu (14/4/2021).

Usai dinyatakan positif dari hasil PCR yang dilakukan mandiri di klinik swasta. Satgas kemudian hanya memberi AE dan AF resep obat yang kemudian ditebus di apotik, tanpa penanganan perawatan.

"Setelah suami saya sudah positif, kemudian bergejala berat sampe sekarang. Sudah habis hampir Rp2 juta beli di apotik dari resep Satgas. Soalnya punya BPJS juga engga bisa dipake kalau COVID-19 katanya. Sempat minta untuk dirujuk ke RS tapi engga dijawab sama Satgas," kata NA

NA (istri AE) kini juga dinyatakan positif Covid19. Saat ini AF, NA dan AE berserta anaknya dirawat di Wisma Atlet atas bantuan para wartawan. Satu keluarga itu datang ke Wisma Atlet menggunakan kendaraan umum tanpa bantuan Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Alin Hendarlin mengatakan bahwa pihaknya sudah menjalankan penanganan COVID-19 terhadap AE dan AF melalui puskesmas.

"Kami bukan tidak bertindak apa-apa, tapi kita bertindak. Tapi, dirasa belum maksimal oleh pasien," kata Alin kepada Wartawan dilansir dari media.

Alin mengatakan sudah jamak terjadi, banyak pasien COVID-19 tak jujur jika sakitnya bergejala.

"Dan menurut pengalaman kami nih ya, pasien itu harus jujur juga kalau ditanya keluhannya sesak atau gak kadang jawabnya 'engga kok' karena mungkin ada sisi parnonya juga yah, gitu," kata dia.