Minggu,  09 May 2021

Sandi Yang Bongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok 'Bak Pahlawan' 

NS/RN
Sandi Yang Bongkar Dugaan Korupsi Damkar Depok 'Bak Pahlawan' 
Karangan bunga di Polres Depok.

RN - Aksi karangan bunga mampir ke Polres Depok. Bahkan, karangan bunga itu juga berjejer di Kejaksaan Negeri Depok.

Karangan bunga tersebut merupakan dukungan kepada pihak Kepolisian Kota Depok, dan salah satu petugas Pemadam Kebakaran Kota Depok yang menyuarakan dugaan korupsi di Dinas Damkar Depok.

Sebanyak sembilan papan karangan bunga yang telah bertengger di depan gerbang utama gedung Polres Metro Depok.

BERITA TERKAIT :
Kekaisaran Sunda Nusantara Berawal Dari Kali Ciliwung Lalu Di Bekasi & Balik Ke Depok  
Mendagri Bongkar Borok, Banyak Pemda Bikin Agenda Rapat Untuk Dapat Honor 

“Saat saya datang pagi tadi sudah mulai terlihat (papan karangan bunga) itu,” kata anggota Humas Polres Metro Depok, Iptu I Made Budiman, Senin (19/4/2021).

Made berharap, pihaknya dapat mengusut tuntas kasus ini. “Kita yakin Polres Depok dapat mengungkap kebobrokan Pemkot Depok, tidak hanya dinas Damkar saja, bravo Polres Depok,” tulis salah satu pengirim karangan bunga.

Sementara itu, beberapa di antaranya juga menyebut nama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Sandi Butar Butar karena dianggap berani membongkar dugaan kasus di tempatnya bekerja.

Sekadar diketahui, Sandi Butar Butar, nekat menggelar aksi protes membongkar dugaan korupsi pengadaan sepatu dan insentif dana Covid-19 yang diduga dilakukan dinasnya.

Selain itu Sandi juga melakukan aksi dengan membentang poster berisi tulisan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusut dugaan korupsi di tempatnya bekerja. Foto itu kemudian viral di sosial media dan menjadi pemberitaan hangat dari sejumlah media.

Pegawai honorer Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Sandi Butar Butar dan rekan-rekannya mengaku sempat mendapat tekanan, atau intimidasi usai membongkar dugaan korupsi di instansinya. Sandi telah melaporkan dugaan sejumlah intimidasi itu ke kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution.

"Saudara Sandi dan teman-temannya banyak mendapatkan tekanan, video-video apa gitu, rekaman-rekaman sudah dibuka tadi, dan itu kita duga suruhan dari kepala dinas. Siapa kepala dinasnya?," ungkap Kuasa Hukum Sandi, Razman di kantornya, Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/4/2021).

Sekadar informasi, Sandi Butar Butar membongkar sejumlah dugaan korupsi di tubuh Damkar Kota Depok kepada Razman Nasution. Dugaan korupsi itu meliputi pengadaan sepatu hingga Pakaian Dinas Lapangan (PDL) petugas Damkar Kota Depok.

Tak hanya itu, kepada Razman, Sandi juga membeberkan adanya dugaan pemotongan anggaran honor untuk para petugas Damkar Depok. Bahkan, Sandi mengaku telah melaporkan dugaan korupsi terkait pemotongan honor petugas Damkar itu ke Polres Depok.

"Saudara Sandi sudah melaporkan tentang dugaan penggelapan atau penyalahgunaan dalam jabatan, pemotongan dana anggaran honor itu sudah dilaporkan ke Polres Depok," beber Razman.

"Sedangkan saudara Feri terkait dengan pengadaan sepatu, itu sudah dilaporkan ke Kejari Depok. Kedua kasus ini sedang bergulir," imbuhnya.

Tunggu Proses 

Sementara Wali Kota Depok, Mohammad Idris mendukung upaya hukum yang terjadi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok. Dalam keterangan resminya, Idris menyatakan pihaknya berkomitmen penuh pada tata kelola yang baik dan bersih (good and clean governance).

“Segala informasi dan tanggapan dari masyarakat berkaitan dengan penegakan tata kelola yang baik dan bersih menjadi masukan yang baik dan kami tanggapi dengan serius untuk dituntaskan secara adil dan sebenar-benarnya,” katanya, Senin (19/4/2021).

Idris mendukung penuh upaya pengusutan kasus tersebut melalui mekanisme yang berlaku. Selain itu Idris juga meminta semua pihak bersikap kooperatif agar kebenaran dapat terungkap. 

Idris sudah memerintahkan Inspektorat untuk mendalami permasalahan ini. Dari hasil koordinasi Inspektorat Kota Depok dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disepakati bahwa Irjen Kemendagri akan menangani dan melakukan pemeriksaan atas informasi dugaan korupsi tersebut. 

Idris mengaku masih menunggu proses yang masih berlangsung. dia pun berharap agar kebenaran dapat terungkap.

“Proses pemeriksaan telah bergulir. Mari ditunggu dan kawal bersama hasilnya. Semoga yang benar terlihat nyata benar, dan yang salah terlihat nyata salah. Tuhan Maha Bijaksana selalu berpihak kepada kebenaran dan keadilan,” pungkasnya.

#Damkar   #Depok   #Honor