Minggu,  09 May 2021

Warga Belanja Baju Lebaran

Beda Nasib, Anies Dibully Soal Tanah Abang Tapi Kang Emil Tak Dicibir Terkait Pasar Baru Bandung

NS/RN
Beda Nasib, Anies Dibully Soal Tanah Abang Tapi Kang Emil Tak Dicibir Terkait Pasar Baru Bandung
Anies Baswedan saat berkunjung ke Tanah Abang.

RN - Menjelang Lebaran, warga menyerbu pusat belanja. Ribuan warga menjejali Pasar Baru Trade Center Kota Bandung, Minggu (2/5). Mereka berdesak-desakan berburu aneka komoditas untuk menyemarakan Lebaran 1442 H.

Warga Bandung terlihat mulai memadati pusat wisata belanja di kawasan Alun-alun Kota Bandung. Keramaian masyarakat ini juga mengakibatkan lalu lintas di sekitar Jalan Dewi Sartika-Jalan Pungkur-Jalan Otista padat.

Tapi nasib Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lebih beruntung. Kang Emil tidak dibully warganet. 

BERITA TERKAIT :
Pastikan Kebutuhan Pangan Dan Prokes, Anies Tinjau Pasar Di Jakbar
Elektabilitas Kian Moncer, Anies Bakal Diperebutkan Banyak Partai

Sementara Anies Baswedan habis dibully. Sebab, membludaknya pengunjung Pasar Tanah Abang menjadi bahan kaum nyinyir.

Disebutkan, pengunjung Pasar Tanah Abang, sekitar 100 ribu orang. Padahal Anies dan jajarannya langsung mendatangi pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu saat ada kerumunan.

Anies menyebut telah terjadi lonjakan yang tidak terduga sehingga protokol kesehatan Covid-19 pun cenderung tidak diterapkan pada Sabtu (01/05/2021) kemarin.

“Memang terjadi lonjakan yang luas biasa hari sabtu kemarin. Hari Jumat dan hari-hari biasanya itu paling sekitar 35 ribu. Kemarin itu 87 ribu orang yang datang. Jadi memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga,” kata Anies usai Upacara Hardiknas di Disdik DKI, Jakarta, Minggu (02/05/2021).

Anies mengakui pihaknya tidak menyangka Pasar Tanah Abang akan diserbu pembeli sebanyak itu pada Ramadan tahun ini.

“Kami sama sekali tidak terprediksi kemarin muncul angka dua kali lipat dari biasanya,” ucapnya.

Anies mengimbau bagi warga yang ingin belanja lebaran ke Tanah Abang agar menahan diri menunggu waktu sepi sehingga potensi penularan tidak terjadi.

“Kalau datang ke sebuah tempat Nampak sudah penuh, jangan masuk, Nampak sudah lebih dari 50 persen, jangan masuk,” imbaunya.

Untuk mengendalikan kerumunan di Pasar Tanah Abang tersebut, Anies pun mengerahkan ribuan personel gabungan TNI, Polri hingga Satpol PP terjun langsung.

“Nah, pengendalian dilakukan dengan mengerahkan sekitar 2.500 personel terdiri dari unsur polisi. Ada Brimob, ada Sabhara, ada unsur TNI, ada dari Kodam dari dari angkatan laut, marinir dan dan dari angkatan udara, paskhas, dan dari Satpol PP keseluruhannya kira-kira 2.500 orang diterjunkan,” ujar Anies.

Anies kemudian menjelaskan skema penutupan Pasar Tanah Abang. Jam tutup Pasar Tanah Abang akan dibagi dua sesi.

“Jadi mulai sore ini pasar akan ditutup dengan dibagi ada yang tutup jam 4 dan ada yang tutup jam 5 untuk menghindari keluar bersamaan dan kemudian menuju pada titik yang hampir sama,” ujar dia.

Menurut Anies, ada sekitar 45 ribu orang yang menggunakan kereta api di Stasiun Tanah Abang pada Sabtu kemarin. Karena itu, pengendalian dilakukan tak hanya di kawasan pasar tetapi juga stasiun kereta.

“Jadi sore hari ini pun pengendalian akan dilakukan di kawasan pasar maupun di kawasan sekitar stasiun nanti akan bertugas marinir dan dari paskhas untuk mengendalikan agar antrean masuk ke dalam stasiun bisa mengikuti protokol kesehatan,” tutur dia.

Selain itu, Anies mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak PT KAI terkait penyesuaian jam operasional. Sebagai gambaran, nantinya tidak bakal ada kereta yang melintas di Tanah Abang pada jam-jam tertentu.

“Karena itu, mulai besok sore akan ada perubahan jadwal kereta KCI yang melintasi stasiun Tanah Abang jadi sore besok pukul 3 sampai dengan 7, KCI tidak akan berhenti di Tanah Abang sehingga tidak mengangkut penumpang dari sana. Nah detailnya nanti Daop 1 bersama Dishub akan menyampaikan sama-sama secara lengkap,” tutur Anies.