Senin,  02 August 2021

Angka Kasus Kian Meninggi, Anggota DPRD Imbau Pemkot Bekasi Membuka RSD Khusus Untuk Pasien Covid-19

YD/DIS/RN
Angka Kasus Kian Meninggi, Anggota DPRD Imbau Pemkot Bekasi Membuka RSD Khusus Untuk Pasien Covid-19

RN - Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan, Rudy Heryansyah menghimbau Pemerintah Daerah setempat agar kembali membuka Rumah Sakit Darurat (RSD) khusus untuk pasien Covid-19. Hal ini dikarenakan meningkatnya angka kasus Covid-19 diwilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Selain itu, Rudy Heryansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi menghimbau agar Rumah Sakit Darurat di Stadion Patriot Candrabhaga, Jl. Ahmad Yani, Kel. Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi agar kembali dibuka untuk pasien Covid 19.

"Jadi kalau bisa Pemerintah Kota Bekasi dapat membuka lagi Rumah Sakit - Rumah Sakit khusus untuk Pasien Covid-19. Dan, kalau bisa GOR kembali di buka lagi. Rumah Sakit Darurat di Stadion Patriot Candrabhaga itu sebenarnya sangat membantu juga," papar Rudy, Selasa (15/6/2021).

BERITA TERKAIT :
Meriam London Relakan Hector Bellerin ke Inter Milan
Kabar Baik, Anies Sebut Kasus Aktif dan Kematian Akibat Covid-19 di DKI Menurun

Rudy mengaku kalau dirinya mendapatkan laporan dari warga terkait penuhnya Rumah Sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kota Bekasi. Dia mengatakan bahwa terdapat penumpukan pasien di IGD disalah satu Rumah Sakit.

"Ini sampai kemarin saya ada beberapa warga saya yang engga bisa masuk Rumah Sakit, katanya full semua. Sampai di RSUD, banyak pasien yang ampar-amparan diruangan IGD, bahkan ada warga saya yang pulang kerumahnya karena tidak adanya ruang kesehatan untuk Pasien Covid-19," ungkap Rudy.

Memang, sambung Rudy, saya sudah cek hampir seluruh Rumah Sakit yang menampung pasien Covid-19 penuh semua. Dia juga menyampaikan untuk pasien Covid-19 yang menjalani Isom (Isolasi Mandiri) tidak banyak warga yang mengetahui bagaimana cara menjalani tata cara isolasi mandiri tersebut.

Rudy pun menyarankan agar Tenaga Kesehatan di Kota Bekasi segera ditambahkan agar penanganan pasien Covid dapat ditangani dengan cepat.

"Isom ini tidak semuanya paham, sementara pihak Puskesmas pada saat tracking sering telat datangnya. Mungkin karena tenaga kesehatannya yang kurang. Untuk itu kalau bisa ditambah lagi untuk tenaga-tenaga medis di puskesmas. Seperti saat awal adanya Pandemi Covid-19 dilibatkannya tenaga Relawan," ujarnya.

Terkait penyebaran virus Covid-19 Klaster Arisan, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi segala bentuk aktifitas yang jauh dari Protokoler Kesehatan.

"Saya berharap agar warga masyarakat, terkhususnya Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang sudah lanjut usia, kalau memang engga harus keluar ya jangan keluar lah. patuhi dulu di rumah saja. Ayo kita semua sama-sama untuk dapat menjaga kesehatan, dan mengikuti Protokoler Kesehatan yang di anjurkan oleh Pemerintah," imbaunya.