Senin,  20 September 2021

Instruksi Anies Dipandang Sebelah Mata

Cerita Duta Covid-19 Urus Warga Isoman Malah Di Bully Di Penjaringan

HW
Cerita Duta Covid-19 Urus Warga Isoman Malah Di Bully Di Penjaringan
Dua Petugas Sosial/duta covid-19 dan aktivis PATBM Penjaringan

RN - E. Suwarni salah satu petugas duta Covid-19 Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara bercerita tentang penanganan warga Isoman di Wilayah Kel. Penjaringan malah dibully.

"Jadi Ketua RW 14 Kel. Penjaringan menjalani isoma. Kami sudah laporkan, tetapi tidak ada bantuan apa-apa. Malah kita di bully," ceritanya saat ditemui di wilayah Penjaringan, Jumat(30/07/2021).

Dikatakan Suwarni, sebagai pekerja sosial dirinya hanya menjalankan apa yang sudah menjadi kewajibannya.

BERITA TERKAIT :

"Ya saya sebagai duta Covid-19 tentu menjadi kewajiban sesuai instruksi data dari dinas sosial. Ketika ada warga yang isoman. Kemudian kita memberikan cara bagaimana mengajukan dan mendapatkan bantuan. Yang kita bingung, ini kan Ketua RW 14 yang jalani isoma. Dia juga salah satu petugas penanganan Corona. Tapi pas isoman kaga ada perhatian," bebernya.

Hal itu juga dibenarkan oleh rekan kerja Suwarni yaitu Sutijah yang juga petugas Sosial.

"Itu betul, kami hanya minta agar setiap laporan ditindaklanjuti, seperti contoh Ketua RW 14. Sampai saat ini, tidak kepedulian sama sekali, boro-boro bantuan, dijenguk aja kaga. Kami bantu warga bilangnya sok pahlawan. Siapa lu, sebagai apa,"tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menginstruksikan pada lurah hingga camat di Jakarta mencatat warganya yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Setelah itu, kebutuhan warga tersebut dipenuhi selama menjalani proses karantina.

"Kami pun menugaskan kepada lurah, camat untuk mengidentifikasi semua orang di wilayahnya yang sedang isolasi mandiri sehingga mereka kebutuhan pokoknya terpenuhi, kebutuhan obatnya terpenuhi," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/7).

Namun demikian, Anies juga meminta warga yang sedang isolasi mandiri di rumah terbuka dan melapor ke RT dan RW setempat bila membutuhkan bantuan. Sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kondisi kesehatan yang mendadak parah.