Selasa,  25 January 2022

Banjir Di Kalimantan Harus Jadi PR 

NS/RN
Banjir Di Kalimantan Harus Jadi PR 
Ilustrasi banjir Kalimantan.

RN - Kalimantan ternyata menjadi langganan banjir. Bahkan, banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, sudah berlangsung selama empat pekan. 

Tercatat, selama dari Januari hingga November, semua provinsi di Kalimantan sudah pernah mengalami banjir besar.

Banjir besar sudah melanda Kalimantan Selatan pada Januari 2021. Selanjutnya, pada Mei, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur juga dilanda banjir besar.

BERITA TERKAIT :
G20 Digelar di Jakarta, Wagub Ariza Pastikan Ibukota Aman dari Omicron dan Banjir
Keren, Indonesia Bakal Punya Tol Bawah Air

Banjir juga melanda Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur pada September. Terbaru, banjir melanda Kalimantan Barat dan hingga kini belum juga surut.

Berikut ini daftar banjir-banjir besar yang melanda seluruh provinsi Kalimantan tahun ini:

1. Kalsel (Januari)

Banjir bandang merendam sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Januari lalu. Basarnas mengungkapkan ada 2.600 warga terdampak banjir yang mengungsi.

"Untuk banjir Kalsel, saat ini masih berlangsung proses evakuasi. Dan jumlah pengungsi saat ini berjumlah 2.600 orang," ujar Kepala Basarnas Marsma TNI Bagus Puruhito dalam jumpa pers di JICT II, Jumat (15/1/2021).

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menganalisis penyebab banjir yang merendam ribuan bangunan di Kalimantan Selatan itu. Hasil analisis itu menunjukkan adanya curah hujan tinggi dan turunnya lahan luas hutan primer.

Tim tanggap darurat bencana Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menganalisis penyebab banjir yang terjadi pada 12-13 Januari 2021 di Kalsel.

"Hasil analisa curah hujan dengan data satelit Himawari-8, menunjukkan liputan awan penghasil hujan terjadi sejak 12 Januari 2021 hingga 13 Januari 2021 dan masih berlangsung hingga tanggal 15 Januari 2021," kata Koordinator Humas Lapan Jasyanto, Selasa (19/1/2021).

"Curah hujan ini menjadi salah satu penyebab banjir yang melanda Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 13 Januari 2021," lanjutnya.

Selain menganalisis cuaca dan daerah terdampak, Lapan menganalisis perubahan penutup lahan di DAS Barito sebagai respons terhadap bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Dia memaparkan bahwa analisis dilakukan menggunakan data mosaik Landsat untuk mendeteksi penutup lahan tahun 2010 dan 2020. Pengolahan data dilakukan secara digital menggunakan metode random forest sehingga mampu lebih cepat dalam menganalisis perubahan penutup lahan yang terjadi.

2. Kaltara (Mei)
Lima kecamatan di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), kebanjiran. Ratusan rumah yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia itu terendam banjir.

Anggota DPRD Kaltara, Yakup Palung, mengklaim banjir yang terjadi saat itu merupakan terbesar. Banjir terjadi akibat meluapnya dua sungai besar yang berhulu di Sarawak, Malaysia.

Kejadiannya mulai Kamis (20/5/2021) hingga saat ini akibat hujan deras masih mengguyur wilayah itu dan Sarawak Malaysia. Yakup membeberkan rumah warga yang terendam banjir tersebut letaknya tak jauh dari sungai yang meluap.

"Banjir kali ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah di Krayan," ucap Yakup seperti dilansir Antara, Jumat (21/5).

Rumah warga yang terendam di Kecamatan Krayan sebanyak 30-an unit, Kecamatan Krayan Barat 40-an unit, dan Krayan Tengah mencapai 20-an unit yang ditambah beberapa fasilitas umum lainnya.

3. Kaltim (Mei)
Banjir juga terjadi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Mei. Di sana, banjir sudah terjadi lebih dari sepekan.

"Tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Kutai Timur mengakibatkan banjir sejak Rabu, 12 Mei 2021, hingga kini," ujar Tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur, Sukasno Haryanto, melalui keterangan tertulis.

Ada tujuh kecamatan yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Muara Bangkal, Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Long Masengat, Kecamatan Telen, Kecamatan Muara Wahau, dan Kecamatan Kombeng. Ketinggian air bervariasi, 30-100 cm.

Banjir telah berdampak pada 1.690 keluarga, merendam 690 rumah, 20 unit fasilitas umum, dan 203 hektare perkebunan. Pendataan masih terus dilakukan BPBD Kutim bersama beberapa pihak pemerintah kecamatan, lintas instansi terkait, dibantu TNI dan Polri.