Rabu,  22 May 2024

Heboh Gengster Di Jaksel Dan Bobol Rumah, Ternyata... 

RN/NS
Heboh Gengster Di Jaksel Dan Bobol Rumah, Ternyata... 

RN - Seorang pria diamankan warga. Si pria diamankan karena diduga membobol rumah. 

Aksi itu terjadi di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) viral di media sosial. Pria itu dinarasikan mengaku sebagai anggota gengster.

Jumat (10/2), video aksi si pria viral. Video itu menarasikan penangkapan dilakukan setelah pemilik rumah berteriak.

BERITA TERKAIT :
Gemoy Si Tato Burung Garuda Terkapar Diamuk Massa Di Tebet Jaksel, Kepergok Mencuri Motor
Ngarep Dapat Duit Lewat Video Hewan Bisa Mengaji, TikToker Galih Tidur Di Penjara

"Hafalin itu mukanya bang hafalin," kata warga dalam video tersebut.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Jagakarsa, Kompol Multazam Lisendra mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/2) lalu. Dia mengatakan pria itu memasuki rumah warga sekitar pukul 00.30 WIB.

"Telah menerima laporan dari warga tentang telah diamankan seorang laki laki yang tidak dikenal masuk ke dalam rumah," kata Kompol Multazam Lisendra saat dikonfirmasi.

Multazam mengatakan pria itu masuk ke rumah korban melalui ventilasi udara. Dia menuturkan korban langsung meneriaki pria itu maling saat melihatnya memasuki rumah.

"Seorang laki-laki tersebut masuk ke dalam rumah melalui ventilasi udara yang tidak tertutup. Setelah di dalam pelaku menginjakkan kaki pemilik rumah dan pemilik rumah langsung bangun dan melihat ada orang yang tidak dikenal langsung berteriak maling," ujarnya.

Dia menyebut warga yang mendengar teriakan korban langsung mengamankan pria tersebut. Dia mengatakan tak ada barang yang dicuri oleh pria tersebut.

"Selanjutnya teriakan tersebut terdengar oleh tetangga sekitar dan langsung diamankan oleh warga," kata Multazam.

"Korban atau pemilik rumah tidak melapor, tidak ada barang yang hilang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Multazam mengatakan tak ada kartu identitas yang ditemukan pada pria itu. Dia menuturkan pria tersebut diduga sebagai orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) sehingga diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta.

"Ketika diamankan dan dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan meracau dan berbicara sendiri, dugaan gangguan kejiwaan, kami serahkan dinsos untuk pemeriksaan kejiwaan dan penanganan lebih lanjut," pungkasnya.