Jumat,  01 March 2024

YouTuber Koresel Pyo Ye Rim Bunuh Diri, Korban Bully Harus Ditemani

RN/NS
YouTuber Koresel Pyo Ye Rim Bunuh Diri, Korban Bully Harus Ditemani
Pyo Ye Rim disebut-sebut bunuh diri akibat bully.

RN - YouTuber Korea Selatan (Korsel) Pyo Ye Rim mengakhiri hidupnya. Dia nekat bunuh diri di Waduk Seongjigok, Selasa (10/10/2023).

Semasa hidupnya, Pyo Ye Rim bercerita kerap diintimidasi bahkan sejak SD, SMP, sampai SMA oleh 4 teman sekelas perempuan. Setelah 12 tahun dibully, dia terinspirasi untuk mengungkapkan kisahnya pasca menonton drama 'The Glory'. 

Serial film yang menunjukkan betapa mengerikannya aksi bullying di Korsel. Pada April lalu, ia bahkan mengajukan petisi nasional meminta penghapusan ketentuan yang dinilai memihak pelaku kekerasan di sekolah, seperti undang-undang pembatasan kekerasan di sekolah dan undang-undang tentang pencemaran nama baik.

BERITA TERKAIT :
Bully Di Sekolah Mahal Ngeri, Tradisi Celana Korban Di Tangsel 
Air Putih Sehat, Tapi Kalau Kebanyakan Bikin Mual & Cepat Lelah 

Netizen yang mengikuti YouTuber tersebut menyatakan bahwa dia mengisyaratkan keputusan untuk bunuh diri dalam sebuah video yang diposting ke channel YouTubenya.

"Saya adalah salah satu orang yang mengalami kekerasan di sekolah sejak sekolah dasar, menengah, dan menengah atas selama 12 tahun. Satu channel YouTube telah menargetkan saya, dan saya telah mengalami beberapa serangan pribadi oleh orang-orang anonim. orang-orang."

"Selain itu, mereka mengatakan klaim saya tentang kekerasan di sekolah adalah palsu. Saya tidak lagi cukup percaya diri untuk menanggung dan mengatasi rasa sakit ini. Tidak ada yang tersisa untuk membuat saya melanjutkan hidup," demikian curhat Pyo Ye Rim yang diyakini sebagai tanda awal dirinya ingin mengakhiri hidup.

Dari hasil penelitian menyebutkan, korban bully harus mendapatkan terapi dan ditemani. Dikethui, bully banyak terjadi di sekolah.

Untuk itu para guru mesti terlibat aktif dalam melakukan penanganan perundungan di sekolah. Mereka harus membantu dan mendampingi korban.

Guru juga perlu terlibat dengan pelaku dengan mendidik mereka terkait perilaku perundungan. Dengan demikian, pelaku diharapkan akan mengakui kesalahannya dan bisa berempati dengan korban.

Guru juga harus menanggapi kejadian yang dilaporkan dengan serius. Hargai dan ucapkan terima kasih kepada siswa karena telah melapor.

Guru juga mampu menunjukan empati dan bantu anak yang dirundung untuk membela dirinya sendiri. Yakinkan bahwa dia bisa mengatakan tidak suka jika dikerjai oleh temannya.