Rabu,  29 May 2024

Bogor Makin Tak Aman, Jangan Sampai Dari Kota Hujan Jadi Kota Begal?

RN/NS
Bogor Makin Tak Aman, Jangan Sampai Dari Kota Hujan Jadi Kota Begal?
Ilustrasi

RN - Warga Jakarta yang berlibur ke Bogor, Jawa Barat waspada. Sebab, Kota Bogor makin tak nyaman. 

Para banditnya terbilang nekat dan sadis.Jangan sampai Bogor yang dikenal sebagai Kota Hujan berubah menjadi Kota Begal.

Anggota Satlantas Polresta Bogor Kota menggagalkan aksi perampasan mobil di Jl Sholeh Iskandar, Tanahsareal, Kota Bogor. Satu pelaku berhasil ditangkap dengan barangbukti golok bergerigi.

BERITA TERKAIT :
Incar Motor Matic, Bandit Sukabumi Bikin Galau Warga Bogor

"Betul. Pelaku berjumlah tiga orang, yang berhasil diamankan satu orang," kata Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Galih Apria dalam keterangannya, Minggu (14/1/2024).

Ipda Subandi yang menjabat sebagai Kasubnit Gakkumdu Satlantas Polresta Bogor Kota sempat berduel dengan pelaku. Pelaku yang memegang golok bergerigi berhasil dilumpuhkan dan diserahkan ke Satreskrim Polresta Bogor Kota.

"Tersangka dengan dua teman lainnya hendak kabur, kemudian dikejar. Tersangka sempat mengacungkan sajam ke petugas (Ipda Subandi), melawan, sempat terjadi duel, dengan sigap Personel Sat Lantas berhasil melumpuhkan orang tersebut," ungkap Galih.

"Selanjutnya pelaku dan korban dibawa ke Polresta Bogor Kota ke unit Jatanras Reskrim. Sementara untuk korban ditangani di RS Bhayangkara Polresta Bogor Kota," imbuhnya.

Baca Edisi Cetak Radar Nonstop. Jagonya Berita Jakarta

Galih menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dinihari sekitar pukul 01.15 WIB. Saat itu, anggota Satlantas Polresta Bogor Kota bernama Ipda Subandi sedang beristirahat usai mengikuti operasi penertiban knalpot tak sesuai standar atau brong.

"Selanjutnya ada masyarakat yang melaporkan adanya keributan yang disampaikan kepada personel karena melihat mobil dinas Polri ada di lokasi, selanjutnya segera mengarah ke lokasi, kemudian sampai di depan hotel sudah didapati korban dengan bercucuran darah di pelipis kanan," kata Galih dalam keterangannya.

"Saat bersamaan, tersangka masih memegang sajam (senjata tajam) seraya mengacung-acungkan sajam tersebut ke masyarakat," imbuhnya.