Kamis,  13 June 2024

PPDB Jawa Barat, Titipan Pejabat Vs DPRD, Wani Piro Sudah Biasa Setiap Tahun?

RN/NS
PPDB Jawa Barat, Titipan Pejabat Vs DPRD, Wani Piro Sudah Biasa Setiap Tahun?

RN - Istilah titipan dan jual beli kursi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2024 di Jawa Barat sudah menjadi rahasia umum. PPDB menjadi ajang kekuatan antara pejabat dan DPRD setempat.

"Tahun lalu anak saya gak dapat sekolah SMA negeri tapi pas ngurus disuruh bayar," aku warga di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (9/5). 

Modus lainnya adalah, siswa masuk sekolah swasta lalu pindah ke negeri. "Kalau model begini murah, tapi kalau langsung tahun ini juga bisa kena puluhan juta," ungkap warga di Kota Bandung. 

BERITA TERKAIT :
Sumpah Serapah Emak-Emak Saat Duit KJP Plus Belum Cair, Disdik Jakarta Kena Semprot
Ngebet Wali Kota Dipilih Langsung Oleh Rakyat, Mercy Jakarta Ajukan Uji Materi ke MK

Penjabat (Pj) Gubernur Jabar, Bey Machmudin meminta kepada Dinas Pendidikan tidak main-main. Bey mengancam akan memecat oknum yang bermain. 

Hal ini dikatakan Bey dalam Kick Off PPDB Jabar 2024 di Aula Barat Gedung Sate, Rabu (8/5).

“Saya sudah titipkan ke Kadisdik, jangan ada lagi titip-titipan. Masyarakat harus puas dengan proses PPDB 2024 ini, jangan sampai ada satu kursi sekian juta,” tegas Bey, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (8/5).

Bey mengaku sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) agar memperhatikan proses PPDB berjalan jujur, transparan, bersih, dan akuntabel. Pasalnya, saat PPDB 2023 banyak aduan masyarakat terkait jual beli kursi.

"Saya titipkan kepada seluruh kepala dinas baik provinsi dan seluruh kabupaten kota termasuk KCD (kantor cabang dinas) untuk mengacu pada satu aturan, yaitu jujur, bersih, transparan, dan akuntabel. Aturan masih sama dengan tahun lalu, tapi saya minta lebih jelas dan lebih tegas ditegakkan. Jika ada pemalsuan data termasuk yang titip-titip kami akan tegas dengan melibatkan saber pungli," jelas Bey.

Bey juga meminta orangtua siswa untuk melaporkan ke saber pungli, apabila menemukan praktik jual beli kursi. Ia memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti.

“Jika ada bukti, tunjukkan kepada kami. Nanti kami akan tindak tegas dan orangtua murid jangan percaya kepada oknum yang menawarkan titip-titip, itu tidak ada,” tegasnya.

Bahkan Bey mengingatkan, jika pelaksanaan PPDB tidak lancar, Kadisdik harus mundur. Hal tersebut dilakukan Kadisdik sebagai jaminan pelaksanaan PPDB.

"Jika tidak berhasil Kadisdik diminta mundur. Ia juga sudah menandatangani Pakta Integritas, artinya beliau sudah menjamin termasuk beberapa persiapan yang dilakukan," tutur Bey.

Bey menambahkan, seluruh jajaran OPD juga harus memaksimalkan kinerja dalam menjaring data siswa baru. Nantinya para jajaran OPD dapat memberikan sosialisasi tata cara PPDB kepada masyarakat.

"Kalaupun ada masyarakat yang tidak diterima dijelaskan alasan mengapa tidak diterima, harus adil. Begitu juga yang diterima harus diberi kesempatan yang sama, jadi jangan ada pilih kasih dan semua harus jelas diterapkan di lapangan," tandasnya. 

#PPDB   #EmakEmak   #MK