Kamis,  04 March 2021

Kerumunan Di Megamendung

Kang Emil Berani Seret Mahfud MD Soal Kerumunan Habib Rizieq 

NS/RN/NET
Kang Emil Berani Seret Mahfud MD Soal Kerumunan Habib Rizieq 
Kang Emil di Polda Jawa Barat.

RADAR NONSTOP - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berani juga. Dia menyebut nama Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Usai diperiksa penyidik Polda Jawa Barat terkait kasus kerumunan acara bos Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Ridwan menuding kisruh soal kerumunan yang berlarut-larut ini berawal dari pernyataan Mahfud MD.

"Menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan," ujar mantan Wali Kota Bandung yang biasa disapa Kang Emil ini di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (16/12).

BERITA TERKAIT :
Citarum Jebol Dan Bekasi Banjir, Kang Emil Lebih Mujur Ketimbang Anies 
Banjir, Longsor Dan Puting Beliung Ancam Warga Jabar Dan Jateng

Menurutnya, pernyataan tersebut ditafsirkan ribuan orang bahwa mereka boleh datang ke bandara sebagai selama tertib dan damai. Buntutnya, terjadilah kerumunan yang luar biasa.

"Nah, sehingga ada tafsir ini seolah-lah diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, di Jabar, dan lain sebagainya," imbuhnya.

Karena itu, dia meminta Mahfud bertanggung jawab. Menkopolhukan, lanjutnya, juga harus dimintai klarifikasi. Jangan hanya kepala daerah saja. Itu baru adil, menurut Ridwan.

"Dalam Islam, adil itu adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Jadi beliau harus bertanggung jawab, tidak hanya kami kepala daerah yang dimintai klarifikasinya. Jadi semua punya peran, yang perlu diklarifikasi. Khususnya pak Mahfud sebagai Menko Polhukam itu juga statement-nya kan ada di media," tegasnya.

Ridwan sendiri menyatakan belum menyampaikan langsung soal ini kepada Mahfud. "Jadi lewat statement ini saja, bahwa hidup ini harus adil lah," tandas Ridwan.

Pernyataan yang dimaksud Ridwan adalah pernyataan Mahfud yang dilontarkannya pada 9 November, sehari sebelum Rizieq mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Mahfud mempersilakan jika ada masyarakat yang inginRizieq di Bandara Soetta.

Namun bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengingatkan harus menjaga ketertiban.

"Silakan jemput, tapi tertib, rukun, dan damai seperti yang selama ini dianjurkan oleh Habib Rizieq. Oleh sebab itu, kalau mereka yang membuat ribut, membuat rusuh, kita anggap bukan pengikutnya Habib Rizieq. Kalau pengikutnya Habib Rizieq pasti yang baik-baik, pasti revolusi akhlak," tutur Mahfud lewat sebuah video.

Hingga kini Mahfud MD belum memberikan keterangan soal namanya disebut oleh Kang Emil.