Kamis,  28 January 2021

Salut.!

Difitnah Karena Rupiah, Warga Pinangsia Bela Anak Buah Anies

HW/BCR
Difitnah Karena Rupiah, Warga Pinangsia Bela Anak Buah Anies
Lurah Pinangsia, Bing Slamet

RADAR NONSTOP - Lurah Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, Bing Slamet mengaku geram, karena difitnah oleh salah seorang warganya sendiri, lantaran terima setoran Rp 1 juta perbulan untuk pribadinya dari pengelola lama Ruko Kota Indah.

“Itu tidak benar dan fitnah. Saya tidak pernah terima sepeser pun,” tegasnya kepada radarnonstop, Senin(11/1/2021).

Diungkapkan Bing Slamet,  uang yang diterima oleh pihak kelurahan Pinangsia disalurkan untuk dana sosial Palang Merah Indonesia (PMI), Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS), pengumpulan bantuan dana pengadaan mobil ambulance RW 07 dan bantuan dana penanganan Covid-19 (pembelian cairan disinfektan/hands sanitizer).

BERITA TERKAIT :
Hore.! 1917 KK Terima BST, Lurah Pinangsia: Jangan Buat Beli Make up ye

“Dia kasih uang itu disalurkan untuk pembelian hand sanitizer, PMI dan ZIS,” ujar Bing Slamet.

Ia bingung kalau Irman tiba-tiba mengatakan uang itu sebagai jatah Kelurahan atas tempat parkir yang ia kelola di kawasan Ruko Kota Indah, Taman Sari, Jakarta Barat.

Bahkan, Lurah Pinangsia sempat mengundang Irman untuk memberikan klarifikasi. Akan tetapi, Irman tak berani menampakan diri.

“Kami sudah buatkan undangan baik RT, RW dan Irman Sudrajat untuk datang ke Kantor Kelurahan agar memberikan klarifikasi pukul 14:00 WIB. Ternyata, kita tunggu-tunggu sampai pukul 16:00 WIB, saudara Irman tak kunjung datang, Kita hubungi Hpnya tidak aktif,” ungkap lurah.

Sekedar diketahui, sebelumnya kepada wartawan, Irman mengatakan, ia memberikan uang rutin ke lurah melalui Said seorang pedagang rokok di Komplek Ruko Kota Indah dan kemudian diserahkan ke Warso yang menjabat sebagai Koodinator PPSU.

Namun pernyataan itu dibantah langsung oleh Said. Dia menyebutkan Irman pembohong besar, uang dari Irman disalurkan untuk gerakan sosial seperti bantuan PMI dan ZIS dan lain.

“Dia kasih uang untuk bantuan PMI (Palang Merah Indonesia/red) dan ZIS (Zakat, Infaq, Sodaqoh/red). Itu pun gak rutin setiap bulan,” tandasnya.

Said juga menyatakan, setiap uang pemberian dari Irman, selalu masuk dalam pembukuan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita tidak ingin ada tudingan buruk terhadap pucuk pimpinan. Setiap uang dari Irman selalu masuk pembukuan. Dicatatan Pak Warso cuma delapan kali dari waktu 2019 sampai 2020,” beber Said.

Tak hanya Bing Slamet yang difitnah. Ketua RT 01 dan ketua RW 02 juga dituding Irman menerima uang darinya. Entah apa yang membuat Irman secara brutal menghembuskan kabar tidak sedap dan terus menyerang pejabat daerah ditempat tinggalnya.

Dilain sisi, kabar mengejutkan datang dari seorang warga bernama Ujang yang tak lain adalah pedagang air keliling yang menumpang lahan di Ruko Kota Indah.

“Dia kasih uang untuk bantuan PMI (Palang Merah Indonesia/red) dan ZIS (Zakat, Infaq, Sodaqoh/red). Itu pun gak rutin setiap bulan,” tandasnya.

Said juga menyatakan, setiap uang pemberian dari Irman, selalu masuk dalam pembukuan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kita tidak ingin ada tudingan buruk terhadap pucuk pimpinan. Setiap uang dari Irman selalu masuk pembukuan. Dicatatan Pak Warso cuma delapan kali dari waktu 2019 sampai 2020,” beber Said.

Tak hanya Bing Slamet yang difitnah. Ketua RT 01 dan ketua RW 02 juga dituding Irman menerima uang darinya. Entah apa yang membuat Irman secara brutal menghembuskan kabar tidak sedap dan terus menyerang pejabat daerah ditempat tinggalnya.

Dilain sisi, kabar mengejutkan datang dari seorang warga bernama Ujang yang tak lain adalah pedagang air keliling yang menumpang lahan di Ruko Kota Indah.

Ujang mengaku kaget kalau Irman membuat pernyataan buruk tentang Lurah, Ketua RT dan Ketua RW.

Malah sebaliknya, Ujang menceritakan hal yang buruk atas prilaku Irman.

“Saya numpang taruh gerobak air didepan rumah bang Irman, sebagai imbalannya saya harus mencuci baju dia. Kalau tidak nanti kami diusir (tidak boleh taruh gerobak/red),” ucap Ujang.

Ia mengaku tidak pernah diberi upah jika Irman menyuruhnya mengerjakan sesuatu.

Sementara saat ditanyakan, apa pernah Lurah, Ketua RT 01 dan Ketua RW 02 meminta uang kepada Irman sebagai imbalan lahan parkir yang dikelolanya, Ujang langsung membantah.

“RT RW aja ga pernah datang minta uang, apalagi pak Lurah,” katanya bersamaan.

Bahkan, prilaku Irman terhadap Linmas pun dinilai semena-mena. Hal itu diungkapkan Muhasan selaku Linmas di Ruko Kota Indah yang mengaku sudah lima tahun tak pernah digaji oleh pengelola ruko.

“Kalau saya minta gaji sama pak Irman malah marah-marah,” akunya.

Untuk itu ia hanya mengandalkan uang pemberian seikhlasnya dari pemilik ruko tempat ia berjaga.

Tak hanya sampai disitu, Irman juga memungut iuran ke pedagang yang berdagang disekitar kawasan Ruko Kota Indah. “Setahun kami bayar lima juta untuk satu lapak,” ungkap salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Aksi premanisme yang dilakukan Irman ini sangat meresahkan. Untuk itu pihak Kelurahan Pinangsia mengambil tindakan untuk mengambil alih lahan parkir yang ia kelola, untuk diserahkan dan dikelola oleh swadaya masyarakat Pinangsia melalui RT 01 dan RW 02.

#lurah   #pinangsia   #ruko   #kota   #indah   #fitnah