Kamis,  06 May 2021

Langgar Prokes, Ancaman Bui Buat Raffi Ahmad

NS/RN/NET
Langgar Prokes, Ancaman Bui Buat Raffi Ahmad
Raffi Ahmad usai vaksin di acara pesta tanpa masker dan viral.

RADAR NONSTOP - Raffi Ahmad bisa dibui. Jika benar melanggar protokol kesehatan, Raffi terancam Pasal 93 UU Karantina Kesehatan No 6/2018 dengan ancaman satu tahun penjara. 

Penyidik Polsek Mampang Jakarta Selatan melakukan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang melibatkan artis Raffi Ahmad. Raffi usai mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada Rabu (13/1) diketahui menghadiri sebuah pesta di masa pembatasan kegiatan masyarakat.

“Benar, saat ini bersama Satpol PP, Babinsa sedang konfirmasi,” ujar Kapolsek Mampang Kompol Sujarwo, Kamis (14/1).

BERITA TERKAIT :
Ada Kasus Mutasi Virus Corona di Jakarta, Wagub DKI Ingatkan Warga Tingkatkan Kepatuhan Prokes
Gegara Tanah Abang, Prokes Pasar di DKI Jakarta Diperketat Jelang Lebaran

Sujarwo mengatakan pihaknya bersama tiga pilar menelusuri lokasi wilayah acara pesta yang dihadiri Raffi Ahmad, untuk mengklarifikasi berita yang menjadi perhatian masyarakat itu. “Nanti diinfokan kembali,” ujar dia.

Sebelumnya Raffi Ahmad adalah salah satu selebritis yang berkesempatan mendapatkan vaksin Covid-19 perdana bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Kepresidenan. Keberadaan Raffi dalam sebuah acara pesta pada Rabu malam diketahui dari unggahan Instagram Story di akun @anyageraldine dan akun pribadinya @raffinagita1717.

Dalam unggahan tersebut, Raffi berkumpul bersama istrinya Nagita Slavina, Anya Geraldine, Gading Marten, dan Sean Gelael tanpa menggunakann masker dan tidak menjaga jarak.

Jika benar melanggar protokol kesehatan, Raffi terancam Pasal 93 UU Karantina Kesehatan No 6/2018. 

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta," tulis pasal tersebut.