Kamis,  04 March 2021

Singapura Dan Malaysia Belum Yakin Dengan Vaksin Sinovac 

NS/RN/NET
Singapura Dan Malaysia Belum Yakin Dengan Vaksin Sinovac 
Ilustrasi vaksin Corona.

RADAR NONSTOP - Vaksin virus Corona yang dikembangkan Sinovac Biotech masih diragukan. Adalah Singapura dan Malaysia yang belum yakin dengan vaksin Corona asal China itu.

Dikutip dari Reuters, para ilmuwan dan pengamat mengecam pusat biomedis Butantan karena merilis sebagian data pada minggu lalu yang menghasilkan ekspektasi yang tidak realistis. Kebingungan mungkin menambah skeptisisme di Brasil tentang vaksin buatan China itu.

Sebelumnya, para peneliti Brasil merayakan hasil yang menunjukkan 78 persen efikasi atau kemanjuran melawan kasus COVID-19 "ringan hingga berat", tingkat yang kemudian mereka gambarkan sebagai "kemanjuran klinis".

BERITA TERKAIT :
Lagi Corona, Gaji 18.952 RT Dan RW Di Bogor Naik Rp 200 Ribu 
FOTO : Selamat Jalan Rina Gunawan...

Sementara itu, para peneliti Turki mengatakan bulan lalu bahwa vaksin Sinovac efektif 91,25 persen berdasarkan analisis sementara. Indonesia memberikan persetujuan penggunaan darurat vaksin tersebut pada hari Senin (11/1) berdasarkan data sementara yang menunjukkan efektif 65 persen.

Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong mengatakan vaksin virus Corona Sinovac Biotech akan diharuskan melalui pengawasan dan otorisasi oleh badan Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura (HSA) sebelum dapat diluncurkan ke publik.

Dilansir The Straits Times, Jumat (15/1/2021), hal ini disampaikan menyusul rilis data hasil uji coba Brasil pada hari Selasa (12/1), yang menunjukkan bahwa vaksin Sinovac hanya 50,4 persen efektif dalam mencegah infeksi simtomatik. Ini hampir tidak memenuhi ambang batas untuk persetujuan regulasi dan jauh di bawah tingkat efikasi yang diumumkan Brasil sebelumnya.

Gan mengatakan bahwa vaksin Sinovac saat ini belum disetujui otoritas Singapura.

"Kita akan memeriksa datanya dengan hati-hati saat tiba, daripada bergantung pada angka yang dilaporkan. Lebih baik mengandalkan data resmi yang kita terima dari Sinovac sendiri," ujarnya, Rabu (13/1) usai menerima dosis pertama dari vaksin Pfizer-BioNTech, satu-satunya vaksin Corona yang digunakan Singapura saat ini.

Dia menjelaskan, HSA akan menilai data-data tersebut begitu tiba di Singapura, dan komite ahli COVID-19 negara itu juga akan menilai apakah vaksin itu cocok untuk digunakan di Singapura.

"Kami akan membagikan detailnya lebih lanjut jika sudah ada," imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Malaysia. Otoritas Malaysia menyatakan ada kemungkinan untuk tidak jadi melakukan pengadaan vaksin Corona buatan Sinovac. Hal ini bisa terjadi jika pemerintah Malaysia tidak puas dengan keamanan dan kemanjuran vaksin buatan China tersebut.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (15/1/2021), Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Khairy Jamaluddin, dalam pernyataannya menuturkan bahwa pengadaan vaksin apapun harus mendapat persetujuan Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA).

"Jika kami tidak puas dengan keamanan dan kemanjurannya, kami tidak akan melanjutkan pengadaan," tegas Khairy dalam pernyataan via Twitter pada Rabu (13/1) waktu setempat.

"Data klinis terbaru untuk Sinovac baru saja dirilis. Kami akan meninjau datanya dan memutuskan," imbuhnya.

Untuk diketahui, para peneliti di Brasil baru-baru ini mengungkap hasil terbaru efikasi vaksin COVID-19 Sinovac. Dari uji klinis ditemukan vaksin Sinovac hanya 50,4 persen efektif mencegah infeksi, jauh di bawah persentase yang diumumkan pekan lalu.