Minggu,  09 May 2021

 AHY-Moeldoko Makin Panas, Kali Ini Tuduhan Soal Aset Demokrat Atas Nama Pribadi

NS/RN/NET
 AHY-Moeldoko Makin Panas, Kali Ini Tuduhan Soal Aset Demokrat Atas Nama Pribadi
Ilustrasi

RN - Konflik internal Partai Demokrat (PD) makin panas. Kubu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY terus saling serang.

Kali ini, kubu Moeldoko menuding adanya aset PD yang dinamakan atas nama pribadi. Seperti diucapkan Juru bicara kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad.

Dia, mengaku mendapat informasi bahwa ada banyak aset PD yang kepemilikannya atas nama pribadi. Elite PD menyebut Rahmad tidak mengetahui perkembangan, sebab sudah 9 tahun tidak aktif sebagai kader.

BERITA TERKAIT :
Elektabilitas Kian Moncer, Anies Bakal Diperebutkan Banyak Partai
Diskusi Kepemimpinan AHY di Balaikota DKI, Sinyal Demokrat Akan 'Lamar' Anies?

"Sok tahu Pak Rahmad, itu jawaban saya. Sudah 9 tahun nggak aktif, dia nggak tahu banyak perkembangan," kata Kepala Bappilu DPP PD, Andi Arief, kepada wartawan, Minggu (21/3/2021).

Terpisah, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP PD, Herzaky Mahendra Putra menyebut kubu Moeldoko memang kerap mengumbar fitnah. Herzaky balas menyindir kubu Moeldoko.

"Mantan kader kami yang tergabung dalam GPK (gerakan pengambilalihan kepemimpinan) PD, kerjanya mengumbar fitnah dan hoax saja. Setelah gagal melakukan kudeta dan gagal mengadakan KLB yang sah, kini makin konsisten menyebar fitnah dan hoax," sebut Herzaky.


PD, lanjut Herzaky, merasa bersyukur kader era tahun 2010 tidak lagi bersama mereka. Namun PD merasa terhina karena mereka mengumbar fitnah dengan menggunakan atribut partai.

"Kami bersyukur, mereka, mantan kader sisa-sisa masa feodal yang menghancurkan partai kami di era 2010an, kini sudah tidak bersama kami lagi. Hanya, kami sebagai kader Demokrat, merasa sangat terhina dengan kelakuan mereka, apalagi mereka melakukannya masih mengenakan atau membawa-bawa atribut Partai Demokrat," tutur Herzaky.

Herzaky menegaskan perilaku kubu Moeldoko tidak pantas dalam sebuah percaturan politik. Dia menyakini masyarakat juga memiliki pandangan yang sama.

Kubu Moeldoko sebelumnya mengaku mendapatkan informasi bahwa ada sejumlah aset PD yang kepemilikannya atas nama pribadi. Salah satu aset dimaksud adalah kantor DPP PD di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.