RADAR NONSTOP - Anies Baswedan nampaknya tidak mau punya pendamping bermain sendiri. Kata dia, calon wakilnya sebaiknya tidak membawa agenda apapun.
Anies menegaskan siapapun yang ditunjuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menggantikan Sandiaga Uno harus menuruti garis kebijakan yang telah ditetapkannya.
“Yang penting wagub itu mau ikut visi gubernur. Jangan membawa visi sendiri,” ujar Anies di saat menghadiri peringatan Hari Ciliwung di Jalan Munggang, Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (11/10/2018).
BERITA TERKAIT :APPKSI Minta Perlindungan Hukum Terkait Pengambilalihan Perkebunan Sawit Kelompok Tani Muaro Jambi
Reses di Penjaringan Jakut, Adang Darajatun Ajak Warga Kawal Program Prabowo
Di acara Hari Ciliwung, selain menanam pohon Anies juga terlihat memeluk pohon kapas berusia 50 tahun.
Diketahui, Gerindra sudah menyerahkan kursi Wagub ke PKS. Dan partai berlebel dakwah itu telah menunjuk dua kadernya yakni mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta.
Anies menyatakan calon pendampingnya akan menjabat di tengah pemerintahan yang sedang berjalan. Karena itu menurutnya kebijakan wagub nantinya harus sejalan dengan visi dan misinya.
“Karena dia bergabung di tengah jalan. Jangan bawa peta sendiri. Peta yang di bawa adalah peta yang dibawa gubernur,” tandasnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berharap wagub terpilih akan harus mau bekerja keras di Jakarta. Anies enggan menyebut kandidat yang cocok dengannya larena hingga saat ini belum ada nama resmi yang disampaikan kepada dirinya.
“Kemudian kalau di Jakarta harus mau kerja keras. Jangan tanggung, all out. Harus tuntas. Saya tidak mau komentar sampai ada nama resmi. Kan gak enak komentari orang belum ada nama resmi. Tapi saya percaya partai akan membawa nama, mengusulkan nama yang memang kompeten dan bisa kerja,” pungkasnya.