RADAR NONSTOP - Perebutan kursi bekas Sandiaga Uno semakin menarik. Selain Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, PKS dikabarkan sedang menggodok calon alternatif.
Pasalnya, partai berlambang bulan sabit kembar itu sedang galau dikarenakan penolakan fraksi-fraksi di DPRD jika PKS memaksakan Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.
Sumber Radar Nonstop di internal PKS menyebutkan, ada dua nama lain yang sedang digodok. “Kabar yang saya dapat, di internal PKS sendiri juga masih 'ribut'. Dua nama alternatif yang disiapkan inisial S dan N. Mereka ini dianggap bisa diterima nanti di kalangan DPRD DKI," katanya
BERITA TERKAIT :RIDHO Menang Di Kota Bekasi, Jago PKS Tepok Jidat
20 Tahun Kuasai Depok, PKS Rontok Dan Jagonya Tumbang Oleh Supian-Chandra
"Saat ini, para dewa PKS masih terus berunding," imbuhnya.
PKS, lanjutnya, sadar betul bahwa dinamika dan gelagat penolakan dari wakil rakyat di Kebon Sirih akan membuat dua nama yang sudah dimunculkan ke publik mentok.
Pimpinan partai masih terus membaca peta sambil menunggu perkembangan untuk mencari sosok yang tepat untuk mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Selain itu, PKS juga sadar bahwa posisinya tetap harus juga berunding dengan Gerindra DKI sebagai partai pengusung. Termasuk, harus melalui uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, Gerindra dan PKS DKI sepakat, dua nama kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno harus dipilih melalui fit and proper test terlebih dahulu.
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan, pihaknya tidak ingin begitu saja menerima dua nama dari PKS.
"Kami enggak mau dapat cek kosong. Enggak bisa itu tiba-tiba PKS sudah menentukan dua nama. Enggak mau saya, harus fit and proper test, ini buat bahan saya menjelaskan ke konstituen Gerindra di Jakarta," ujar Taufik.
Bahkan, kata Taufik, Gerindra mempersilakan PKS mengirimkan lebih dari dua kadernya untuk mengikuti tes tersebut.
Menurut Taufik, meskipun kandidat wagub berasal dari PKS, Gerindra harus tetap ikut bertanggung jawab terhadap pemilihan kandidat tersebut.
Sebab, Gerindra dan PKS merupakan partai pengusung Anies dan Sandiaga pada Pilkada DKI 2017.
"Kami pasti diminta untuk bertanggung jawab oleh konstituen, empat tahun menjaga pasangan ini (Anies dan wagub baru), itu PR berat lho," ucap Taufik.
Selain itu, fit and proper test juga diperlukan agar dua kandidat wagub yang akan dipilih melalui DPRD DKI Jakarta bisa diterima semua pihak atau acceptable.