Senin,  02 August 2021

Kasus Covid-19 di Jakarta Kembali Meroket, Begini Tanggapan Rekan Indonesia

SN/DIS/RN
Kasus Covid-19 di Jakarta Kembali Meroket, Begini Tanggapan Rekan Indonesia

RN - Ketua Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Martha Tiana Hermawan alias Tian mengatakan, ledakan kasus positif Covid-19 saat ini sudah diprediksi jauh hari, terutama menjelang libur lebaran Idul Fitri kemarin.

Hal itu menurutnya, lantaran banyak warga DKI yang bandel nekat melakukan mudik lebaran ke kampung halaman.

“Arus balik ini berpotensi membawa dampak ledakan angka positif di DKI Jakarta, seperti yang terjadi saat ini. Kebijakan larangan mudik Lebaran ternyata tak cukup ampuh meredam animo warga pulang ke kampung halamannya," kata Tian dalam siaran persnya, Senin (14/6/2021).

BERITA TERKAIT :
Kabar Baik, Anies Sebut Kasus Aktif dan Kematian Akibat Covid-19 di DKI Menurun
Hoax Covid-18 Masih Marak di Jakarta

Tian memaparkan, dari data yang Rekan Indonesia miliki, tercatat sebanyak 467.849 warga DKI Jakarta mudik sebelum masa pelarangan mudik. Sedangkan sebanyak 657.873 warga DKI mudik saat pemberlakuan larangan mudik sejak 6 Mei-17 Mei 2021.

Lebih lanjut Tian menjelaskan, Rekan Indonesia sejak 17 Mei 2021 sudah mengingatkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk serius melakukan pemantauan agar ibu kota terhindar dari ledakan angka positif Covid-19 pasca libur Lebaran.

Sejauh ini, Tian melihat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah melakukan persiapan yang terbilang cukup baik. Hanya saja, Dinas Kesehatan DKI kurang fokus untuk melakukan contact tracing atau penelusuran kontak.

“Jika pelacakan yang dilakukan dengan benar, mungkin akan ditemukan angka yang lebih tinggi. Namun ini penting agar DKI punya kepastian untuk melakukan antisipasi dan penanggulangan secara terukur,” tegasnya.

Tian menambahkan, penurunan angka penelusuran kontak tersebut sangat fatal, karena sama saja dengan membiarkan warga yang terinfeksi tanpa gejala menyebarkan virus Corona.

“Sejatinya angka Covid-19 di DKI memang belum turun secara signifikan. Hal itu terlihat dari angka positivity rate atau rasio positif yang masih berada di kisaran 10 persen," ungkapnya.

"Yang ada sekarang penurunan contact tracing atau penelusuran kontak," sambungnya.

Terakhir Tian juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat DKI, untuk bergotong royong bersama-sama dengan Pemrov DKI dalam menanggulangi wabah Corona.

Pemprov DKI juga harus tegas menginstruksikan jajarannya, seperti camat dan lurah untuk lebih sering melakukan patroli di wilayahnya agar protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan.

Begitu juga dengan warga, Tian berharap warga kembali disiplin dalam melaksanakan prokes dalam aktivitasnya sehari-hari.

“Penanggulangan Corona tidak akan maksimal jika kita sebagai warga DKI tidak mendukung dan ikut berupaya bersama-sama menanggulanginya. Caranya ya dengan mematuhi anjuran pemerintah DKI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kondisi perkembangan kasus Covid-19 di ibu kota sangat memprihatikan. Anies mengatakan, kasus Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan yang sangat tajam dari 11.500 orang menjadi 17.400 dalam waktu sepekan. Selain itu, tingkat positivity rate juga naik dari 9 persen menjadi 17 persen.

“Beberapa hari ini kondisi di Jakarta amat mengkhawatirkan. Data menunjukkan 6 Juni angka kasus naik 7.000-an,” kata Anies saat memimpin apel gabungan di Lapangan Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu malam (13/6).