Senin,  20 September 2021

Bansos Dipercepat, Bu Risma Dengar Nih Kata Pak Jokowi 

NS/RN
Bansos Dipercepat, Bu Risma Dengar Nih Kata Pak Jokowi 

RN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma jangan ragu-ragu soal Bantuan Sosial (Bansos). Jokowi berpesan agar Bansos dipercepat.

Jokowi secara tegas meminta penyaluran Bansos dipercepat dan harus dikirimkan minggu ini.

"Percepat, betul-betul dipercepat. Saya minta Kabulog dan utamanya Mensos jangan ragu-ragu karena prinsipnya adalah yang paling penting kita ini ndak nyuri, ndak ngambil," ujarnya.

BERITA TERKAIT :
Aspirasi Suroto Harus Jadi Evaluasi Jokowi Terhadap Kinerja Anak Buahnya
Kang Tamil Mengupas Keharmonisan Anies dan Jokowi Yang Membuat PSI dan PDIP Cemburu

Jokowi juga bicara soal komunikasi publik yang menimbulkan optimisme dan ketenangan. Dia juga meminta jangan sampai masyarakat frustrasi karena kesalahan komunikasi dan kebijakan.

Pernyataan Jokowi itu saat memberikan sejumlah arahan kepada jajaran kementerian dan lembaga (K/L) dalam rapat terbatas (ratas) mengenai evaluasi PPKM Darurat kemarin Jumat (16/7/2021) yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7).

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kemensos soal Bansos. Soal komunikasi publik, ucapan Risma sempat viral soal akan memindahkan PNS ke Papua. 

Banyak aktivis Papua protes kepada politisi PDIP itu. Tapi ucapan itu sudah dibantah oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos), Raden Harry Hikmat. 

Dia meluruskan pernyataan Risma soal "mutasi ke Papua". Harry menjelaskan bahwa pernyataan Risma yang diucapkan di hadapan ASN dapur umum PPKM Darurat di Balai Wyata Guna Bandung, Jawa Barat yang berisi ancaman kepada ASN yang tak becus bekerja akan dimutasi ke Papua, pada Selasa (13/7), merupakan bentuk dorongan supaya mereka berani bekerja keluar dari zona nyaman.

Risma, kata dia melecut semangat pegawai agar peka dan lebih fokus melayani masyarakat di masa kedaruratan seperti saat ini.

"Itulah yang dimaksudkan dengan pernyataan akan dipindahkan ke Papua, tempat yang paling jauh (dari Bandung) tapi masih di Indonesia. Seluruh pegawai harus mampu keluar dari zona nyaman, meninggalkan keluarga dan kenyamanan rutinitas yang dialami sehari-hari, untuk berperan mengatasi masalah sosial dari Aceh sampai Papua," kata Harry dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7).

Menurut dia, hal itu merupakan upaya meningkatkan empati pegawai terhadap kondisi terkini masyarakat. Tujuannya agar pegawai mampu bekerja dengan hati, harus keluar dari zona nyaman terlebih dahulu.

Arahan Risma dalam kunjungan kerjanya kemarin, kata Harry harus dimaknai sebagai cambuk untuk seluruh jajaran Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI. Apalagi dalam kunjungan tersebut sempat Balai menyuguhkan hiburan dan hiasan yang tidak perlu dalam kondisi kedaruratan.

"Kami harus belajar dari relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana) bagaimana cara mengoperasikan dapur umum," ujar Harry Hikmat.