Senin,  20 September 2021

WHO Sebut Varian Baru COVID-19 Lebih Bahaya, Makanya Vaksin Bro...

NS/RN/NET
WHO Sebut Varian Baru COVID-19 Lebih Bahaya, Makanya Vaksin Bro...
Ilustrasi

RN - World Health Organization's (WHO) memperingatkan varian Covid-19 yang baru lebih berbahaya. Dan diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia, sehingga lebih sulit untuk menghentikan pandemi corona.

Pengumuman itu merupakan berita buruk lebih lanjut karena beberapa negara memerangi gelombang infeksi baru yang dipicu oleh varian baru, yaitu Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

"Pandemi belum selesai," komite memperingatkan dalam sebuah pernyataan dilansir dari france24.com, Kamis 15 Juli 2021.

BERITA TERKAIT :
Mau Tekan Corona, Jangan Malu Ikuti Jejak Anies Baswedan
17.660 Orang Di-PCR Tapi Yang Positif 200 Orang, Corona DKI Semoga Terus Jeblok

Ketua komite Didier Houssin mengatakan tren kasus Covid-19 yang terjadi baru-baru ini mengkhawatirkan.

Dia menyatakan, satu setengah tahun setelah WHO pertama kali mendeklarasikan apa yang disebut Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC) - tingkat siaga tertingginya. 

"Kami masih mengejar virus ini dan virus masih berjalan setelahnya," ujar Houssin.

Untuk saat ini, sambungnya, empat varian terkait Covid-19 mendominasi gambaran pandemi global adalah Alpha, Beta, Gamma dan terutama varian Delta yang menyebar cepat.

Tetapi, komite memperingatkan bahwa yang lebih buruk bisa terjadi di depan.

"Kemungkinan kuat munculnya dan penyebaran global varian baru dan mungkin lebih berbahaya dari kekhawatiran yang mungkin bahkan lebih menantang untuk dikendalikan," ujarnya.

WHO menyatakan varian sebagai "perhatian" ketika mereka dilihat sebagai lebih menular, lebih mematikan atau memiliki potensi untuk melewati beberapa perlindungan vaksin.

"Pandemi tetap menjadi tantangan secara global dengan negara-negara menavigasi tuntutan kesehatan, ekonomi dan sosial yang berbeda," kata Houssin.