Jumat,  17 September 2021

Tanah Abang Dibuka, Pedagang di Mal Curhat Merasa Dianaktirikan

SN/HW
Tanah Abang Dibuka, Pedagang di Mal Curhat Merasa Dianaktirikan
Ilustrasi/net

RN - Seorang penjual pakaian di salah satu Pusat Perbelanjaan, Anwar mengaku heran dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membolehkan Pasar Tanah Abang mulai beroperasi, sementara Mal masih harus tutup.

Padahal, kata Anwar, kalau kartu vaksin jadi syarat warga bisa beraktifitas di Pasar Tanah Abang, harusnya hal serupa juga diterapkan di lokasi ia berjualan. Jangan ada kesan pedagang di Mal merasa di anak tirikan.

"Kalau pedagang di Tanah Abang bisa jualan, kenapa kami enggak. Tanah Abang boleh syaratna ada surat vaksin, seharusnya kami juga boleh, kesannya malah pilih-pilih," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Senin (26/7/2021).

BERITA TERKAIT :
Anies Serius Bangkitkan Ekonomi Jakarta, Ini Fakta Yang Diungkap Rekan Indonesia
Sst, Ada Aroma Tidak Sedap Tercium Dari Normalisasi Kali Ciliwung

Tak hanya Anwar, hal serupa juga dikeluhkan Angga, salah satu penjual alat elektronik di tempat yang sama. Ia berharap, tempatnya berjualan segera dibuka. "Kami juga sama kena (dampak PPKM), kan bisa juga masuk Mal bawa surat vaksin, pengunjungnya dibatasi. Kita sabar juga nunggu nunggu terus, kapan bolehnya, Tanah Abang sudah boleh," cetusnya.

Sebelumnya, Pengelola Pasar Tanah Abang Heri Supriyatna mengatakan, kini pihaknya kembali membuka Pasar Tanah Abang setelah sebelumnya ditutup lantaran PPKM Darurat yang diberlakukan Pemerintah sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu.

Namun demikian, kapasitas pengunjung tetap dibatasi hanya 50 persen. Selain itu, pengunjung disyaratkan membawa dan menunjukan kartu vaksin Covid-19.

"Wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19, minimal satu kali dosis, syarat ini berlaku di blok A, B, F, dan G Pasar Tanah Abang," ujar Heri di Jakarta, Senin (26/7/2021).