Minggu,  24 October 2021

Aksi Kirim Karangan Bunga, Pengamat: PSI Dan PDIP Catat Kalau Warga DKI Sudah Muak Politik  

NS/RN
Aksi Kirim Karangan Bunga, Pengamat: PSI Dan PDIP Catat Kalau Warga DKI Sudah Muak Politik  
Ilustrasi

RN - Warga DKI Jakarta ternyata muak dengan aksi gaduh politik. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah soal penuntasan Corona dan perbaikan ekonomi. 

Ketua Forum Politik Indonesia Tamil Selvan menyatakan, saat ini warga Jakarta membutuhkan perbaikan dalam bidang ekonomi dan bukan interpelasi gaduh-gaduh politik. 

"Rakyat itu butuh kerja, makan dan kehidupan yang layak. PSI dan PDIP harusnya bisa mencatat kehendak rakyat Jakarta yang saat ini butuh hidup layak," tegas Komunikolog Politik Nasional yang biasa disapa Kang Tamil ini kepada wartawan, Sabtu (4/9) malam.

BERITA TERKAIT :
Dinasti Politik Alex Noerdin Tinggal Kenangan  
Lihat Stadion JIS, Kader PSI Yang Sok Galak Langsung Puji Anies Baswedan

Interpelasi Anies digarap oleh Fraksi PSI dan PDIP di DPRD DKI Jakarta. Dua fraksi ini menuding gelaran mobil balap listrik dianggap tidak efektif. 

"Saya tidak kenal dengan Anies tapi momentum balapan Formula E bisa membangkitkan ekonomi. Karena, mata dunia akan tertuju ke Indonesia, inikan ada kesan mencari keselahan orang yang saat ini Corona sudah melandai," ungkap Kang Tamil.

Soal aksi kirim karangan bunga, Kang Tamil menilai, kalau gaya itu adalah manuver usang. 

"Karangan bunga inikan pertama kali boming era Ahok, tapi faktanya Ahok kalah di pilkada. Jadi cara-cara seperti itu usang menurut saya, ada baiknya kita bangkit bersama membangkitkan ekonomi rakyat," terangnya.

Diketahui ada karangan bunga menyindir tujuh fraksi yang menolak manuver PDIP dan PSI. Ketujuh fraksi menilai kalau interpelasi hanya gaya-gaya dan tidak subtansi.

Balasan Bunga 

Karangan bunga sebagai dukungan kepada Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI yang menggulirkan hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terus berdatangan. Terbaru pada Jumat (3/9), muncul karangan bunga yang mengatasnamakan Harun Masiku Fans Club dan Sahabat Juliari Batubara Indonesia.

Karangan bunga tersebut berjejer dengan karangan bunga lainnya yang lebih dulu datang pada Kamis (2/9). Semua karangan bunga itu diletakkan di halaman parkir gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

"Mendukung penuh PSI dan PDIP dari Kami Harun Masiku Fans Club", "Pecinta Koruptor Bansos Indonesia (PKBI) mengucapkan bravo PDIP dan PSI ttd (tanda tangan) Sahabat Juliari Batubara Indonesia". Begitu isi dua karangan bunga yang datang belakanga tersebut. Baik Harun Masiku maupun Juliari adalah kader PDIP yang tersangkut kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua karangan bunga tersebut, paling menyita perhatian karena isinya berbeda dengan lainnya. Sebelumnya, karangan bunga yang lebih dulu datang, berisi sindiran kepada tujuh fraksi yang menolak hak interpelasi terkait penyelenggaraan Formula E di Jakarta pada 2022.

Tujuh fraksi, yaitu Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, Golkar, Nasdem, serta PKB-PPP bersikap tidak setuju dengan digulirkannya hak interpelasi. Perwakilan tujuh fraksi tersebut sempat diundang Anies untuk berdiskusi di rumah dinas Gubernur DKI di Menteng pada Kamis (26/8) malam WIB. Hal itu sebagai respons karena pada Kamis siang, sebanya 33 anggota Fraksi PDIP dan PSI mengajukan hak interpelasi.

Berdasarkan pantauan Republika di lokasi, belasan kiriman bunga itu sudah tampak sejak Kamis (2/9) pagi di hadapan pagar gedung DPRD DKI. Beberapa kiriman menunjukkan atribusi para pengirim, sedangkan beberapa lainnya tidak.

"PDIP dan PSI penjaga amanat dan uang rakyat DKI, dari pemerhati teman makan malam," ujar pengirim yang mengatasnamakan Alumni SMA 6 Bersatu Jakarta.

"Terima kasih PDIP dan PSI untuk mempertanyakan pemakaian uang rakyat oleh Gubernur DKI," jelas mereka dengan atribusi Alumni ITS cinta NKRI dan penjelasan ‘Yang Bukan 7 Teman Makan Gratis’.

Selain itu, beberapa lainnya juga masih ada yang menuliskan nama pengirim dan asosiasi. Mulai dari Lenny S dan Susie S, serta Semangat Baru Indonesia (Sembari).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gembong Warsono, mengaku tak mengetahui siapa yang mengirimkan karangan bunga dukungan interpelasi untuk PDIP dan PSI yang meminta hak bertanya kepada Gubernur Anies. Meski begitu, Gembong mengaku berterima kasih terkait dukungan dari masyarakat tersebut.

"Ya kalau saya terima kasih, gitu aja. Nggak tau (siapa pengirimnya), suer, saya benar benar gak tau," ujar Gembong ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Dengan adanya kiriman bunga tersebut, dia memandang jika upaya interpelasi atau hak bertanya menyoal Formula E, dianggap tepat oleh masyarakat. Dia mengeklaim, langkah 25 anggota dewan Fraksi PDIP dan delapan anggota Fraksi PSI menggulirkan hak interpelasi bertujuan untuk menyelamatkan keuangan daerah.

"Interpelasi ya jalan terus, gitu loh," katanya. Dia melanjutkan, sebelum sampai di sidang paripurna, kata Gembong, prosesnya perlu melalui Badan Musyawarah DPRD DKI terlebih dahulu. PDIP dan PSI perlu dukungan total 54 anggota dewan agar hak interpelasi bisa dibawa ke rapat paripurna. Sehingga mereka masih membutuhkan 21 anggota dewan lagi.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI, Achmad Yani, menyebut, pihaknya tidak ikut-ikutan mengajukan hal interpelasi kepada Anies. Termasuk, menyoal kiriman karangan bunga. Namun demikian, dirinya tak menjawab apabila ada anggotanya yang berpindah haluan mendukung interpelasi.