Sabtu,  18 September 2021

Aset Belum Milik Pemprov, Warga Terpaksa Rawat Pulau Tidung Secara Mandiri

SN/HW
Aset Belum Milik Pemprov, Warga Terpaksa Rawat Pulau Tidung Secara Mandiri

RN - Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, Iwan Samosir mengatakan, perawatan sejumlah lokasi di Pulau Tidung masih dilakukan secara mandiri atau swadaya oleh masyarakat setempat.

Hal itu disampaikan Iwan saat menerima kunjungan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata ke Pulau Tidung pada Selasa (14/9)  kemarin.

"Yang menjadi kendala bagi kami, siapa SKPD yang bertanggung jawab terhadap perawatan ini. Kalau pun ini masih bisa berdiri sampai sekarang ini pak, Ini adalah swadaya dari masyarakat yang turut menempati warung - warung, termasuk pengelolaan mandiri dari kelurahan dan kecamatan untuk merawat lokasi ini," ujar Iwan dikutip di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

BERITA TERKAIT :
Sidang Sengketa Gedung Partai Golkar Kota Bekasi, Hakim Cibir Pengurus Aset Beringin

"Namun kami sesuai dengan aturan pengelolaan keuangan juga, Tidak bisa memasukan dana ke sini karena ini belum aset milik Pemprov DKI," sambungnya.

Selain soal perawatan Aset, Iwan juga menyampaikan bahwa pihaknya sementara ini akan menutup salah satu ikon Pulau Tidung, yakni Jembatan Cinta. Pasalnya, kontruksi pada jembatan tersebut sudah banyak yang rusak sehingga dikhawatirkan tidak kuat menahan beban jika jembatan tersebut dilalui pengunjung.

"Sebetulnya untuk renovasi jembatan sudah dianggarkan pada tahun 2020, tapi kena refocusing Covid-19. Salah satu saung sekitar jembatan sudah ambruk, makanya wacananya kita tutup. Kemarin sempat kita taruh tulisan supaya orang tidak melintas," ungkapnya.

"Kami minta instansi terkait melihat jembatan itu, sehingga nanti dia yang akan merekomendasi di tutup atau tidaknya," sambungnya.

Iwan menyampaikan, Kepulauan Seribu merupakan salah satu model percontohan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggunakan sistem by NIK by vaksin untuk memastikan setiap orang sudah mendapatkan vaksin.

Atas hal itu, Iwan menyampaikan bahwa vaksinasi di wilayahnya kini diyakini sudah mencapai Herd Immunity, sehingga pihaknya merasa jika Pemprov DKI kembali membuka wisata ke Kepulauan Seribu, segalanya sudah siap.

"Alhamdulillah Empat Pilar disini bekerja kompak dan baik. Bahkan kalau orang dalam NIK ternyata ada diluar daerah, seperti lagi pesantren di Bogor, kita minta satgas kejar ke pesantren, vaksin," tegasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Dadang Solihin mengatakan bahwa dirinya akan segera menindak lanjuti berita acara kunjungan tersebut serta berkoordinasi terkait solusi kedepan.

"Jika memang dibenarkan dan dibolehkan secara aturan bahwa perawatan aset dan lain sebagainya dilakukan pihak ke tiga melalui berbagai program, misalnya CSR, kami akan usahakan bantu cari vendor yang siap menyalurkan CSR ke sini," kata Dadang.