Rabu,  30 November 2022

Puji Anies Soal Bangunan Sekolah Net Zero Carbon, PDIP Lebih Objektif Dari Fraksi PSI

RN/NS
Puji Anies Soal Bangunan Sekolah Net Zero Carbon, PDIP Lebih Objektif Dari Fraksi PSI
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan empat sekolah berkonsep net zero carbon.

RN - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang baru saja meresmikan empat sekolah berkonsep net zero carbon pada Rabu (28/9/2022). Konsep ini bisa dikatakan pertama di Indonesia.

Konsep Anies langsung diamini Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dia memuji langkah Anies yang baru saja meresmikan empat sekolah berkonsep net zero carbon.

Menurut Gembong, langkah Anies dalam menginisiasi empat sekolah bebas karbon itu perlu diapresiasi.

BERITA TERKAIT :
Relawan Siap Melawan, PDIP: Jangan Dorong-Dorong Jokowi 
Tugas Baru Nanan Dari Megawati Untuk  Basmi Kaum Blunder? 

“Bagus itu, kalau net zero saya apresiasi banget sih, dan itu harus jadi percontohan di sekolah-sekolah lainnya,” kata Gembong saat dihubungi Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, langkah Anies di akhir masa jabatan tersebut memang harus dipuji dengan ungkapan yang baik. Meski demikian, dirinya menyebut, Anies cenderung baru teringat langkah baik bagi sekolah di DKI pada akhir masa jabatannya.

Gembong dikenal sebagai salah satu politisi yang selalu kritik Anies. Apapun yang dilakukan Anies pasti dianggap jelek oleh Sekretaris DPD PDIP DKI itu.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan baru saja meresmikan empat sekolah berkonsep net zero carbon pada Rabu (28/9/2022). Empat sekolah tersebut, di antaranya adalah SDN Ragunan 08, SDN Grogol 09, SDN 14 Duren Sawit dan SMAN 96 Jakarta.

Dengan adanya empat sekolah pertama itu, dia berharap bisa semakin ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. “Nah dengan adanya empat contoh ini, tahun 2023 ada 20 sekolah lagi,” kata Anies saat meresmikan empat sekolah itu di SDN Ragunan 08 pagi.

Mantan mendikbud itu menjelaskan, dengan adanya pembangunan berkala pada sekolah net zero ini, bisa diketahui kebutuhan sekolah masa depan. Dia berharap, jumlah-jumlah sekolah serupa nantinya bisa terus meningkat.

“Harapannya tahun-tahun berikutnya bisa lompat lebih tinggi. Kalau lompat 20 kan lima kali ya, mudah-mudahan nanti bisa 100, bisa 500 (sekolah net zero)” ujarnya.