Selasa,  29 November 2022

Atlet Ski Air DKI Ikut Bantu Pencarian Korban Tenggelam Danau Sunter  

RN/NS
Atlet Ski Air DKI Ikut Bantu Pencarian Korban Tenggelam Danau Sunter  
Atlet Ski Air dan Wakeboard DKI Jakarta ikut bantu Tim Sar di Danau Sunter.

RN - Atlet Pelatihan Daerah (Pelatda) DKI Jakarta dari cabang olahraga ski air dan wakeboard ikut terjun membantu Tim SAR. Para atlet itu menyelam ke Danau Sunter, Jakarta Utara. 

Diketahui pada Kamis (24/11/2022), seorang siswa SD bernama Umay Yazid warga Jalan Kodam Sumur Batu, Kemayoran, Jakpus tenggelam. Korban tenggelam di Danau Sunter saat bermain bersama lima temannya. 

Umay yang diketahui sebagai juara MTQ itu ditemukan setelah tiga jam tenggelam di Danau Sunter. "Atlet kami ikut membantu pencarian korban," tegas Sekum Persatuan Ski Air dan Wakeboard Seluruh Indonesia (PSAWI) DKI Jakarta Lucky V Kamba dalam siaran pers, Jumat (25/11).

BERITA TERKAIT :
Kejurnas Boling, Ketum PBI DKI: Target Kita Tiga Emas 

Para atlet Pelatda itu kata Lucky bersama petugas Subcommand Center Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakut melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya korban. 

PSAWI DKI kata dia, selain menerjunkan atlet juga mengeluarkan boad yang dikemudikan oleh Wasekeum PSAWI DKI Jakarta Adi Jaya Gumelar. "Satu boad dan empat atlet yang kita terjunkan langsung untuk  membantu," ungkapnya. 

Lucky yang biasa disapa Bulbus ini mengaku,  Danau Sunter adalah pusat latihan atlet ski air dan wakeboard Pelatda DKI Jakarta. "Jadi pas kami dengar ada korban tenggelam latihan atlet kita stop sementara. Dan atlet serta boad kita terjunkan untuk membantu Tim SAR," ungkapnya. 

Bulbus menyatakan, kepedulian para atlet dan pengurus dibangun oleh Ketum PSAWI DKI Jakarta yang juga Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksda TNI AL Irvansyah.

"Jadi sudah menjadi kewajiban kami yang berada di Danau Sunter untuk saling membantu. Pak Irvansyah mengajarkan kepada seluruh pengurus dan atlet agar menebarkan kepedulian dan kebersamaan di Danau Sunter," ungkapnya. 

Sementara petugas Damkar Jakut mengerahkan dua unit perahu karet untuk mencari korban. Pencarian juga melibatkan tim penyelam.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, polisi, dan Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara serta PSAWI DKI Jakarta itu akhirnya menurunkan jangkar.

Komandan Regu (Danru) Penyelamat Sektor 3 Tanjung Priok, Supriyanto menyampaikan bocah tersebut ditemukan tak bernyawa setelah tiga jam tenggelam di danau tersebut. 

"Saat ditemukan kondisi korban sudah tidak ada, tidak bernyawa," ungkap Supriyanto kepada wartawan di lokasi, Kamis sore.