Jumat,  01 March 2024

Mau Bantu Erick Thohir Di PSSI, Sinyal Menpora Bakal Kena Reshuffle?

RN/NS
Mau Bantu Erick Thohir Di PSSI, Sinyal Menpora Bakal Kena Reshuffle?

RN - Nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mendadak heboh. Politisi Golkar ini masuk bursa calon wakil ketua umum PSSI.

Zainudin kabarnya akan berduet dengan Erick Thohir di PSSI. Diketahui, Menteri BUMN itu sudah resmi mendaftar sebagai calon ketua umum PSSI.

Kabar beredar, kalau Zainudin sudah mendengar bocoran adanya reshuffle kabinet. Ada beberapa menteri yang bakal kena depak Jokowi.

BERITA TERKAIT :
Prabowo-Gibran Belum Dilantik, Timses Sudah Dapat Jatah Kursi BUMN Aja 
Erick Thohir Serang AMIN Lewat Isu BUMN Diganti Koperasi, Gagal Paham?

Amir Burhanudin selaku Ketua Komisi Pemilihan di kantor PSSI menyebut Zainudin Amali masuk dalam daftar bakal cawaketum PSSI bersama 17 nama lain.

“Terdapat 17 calon Wakil Ketua Umum yang terdiri dari dua perempuan dan 15 laki-laki,” sebut Amir Burhanudin saat menyampaikan daftar nama. “Yang ke-17 Bapak Zainudin Amali (Menpora),” sambung dia.

Soal nama Menpora yang masuk daftar calon Wakil Ketua Umum PSSI, ia membeberkan jika Zainudin Amali mendaftarkan diri pada Senin, 16 Januari melalui stafnya.

“Beliau melalui stafnya datang ke kantor PSSI sekitar pukul 12 siang. Beliau menyampaikan kesediaan mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Ketua Umum,” kata Amir.

Kendati masuk dalam daftar bakal Cawaketum, tapi nama Zainudin Amali belum otomatis bisa diajukan. Sebab masih ada proses seleksi yang harus dijalani.

“Nanti akan kita konfirmasi dengan syarat lain termasuk beberapa anggota yang mencalonkan diri. Sebab syarat untuk mencalonkan harus ada dukungan minimal satu anggota PSSI,” jelasnya.

Dalam pengumuman ini, Amir Burhanudin juga menjelaskan bahwa ada lima nama calon Ketua Umum yang semuanya laki-laki. Mereka adalah La Nyalla Mattalitty, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi. Erick Thohir dan Fary Djemi Francis.

Sementara untuk calon Exco ada 78 nama. Namun semua data yang masuk ditegaskan Amir masih merupakan data mentah.

“Dari data yang masuk ke kami, ini masih data mentah. Artinya kemungkinan ada nama ganda dsb karena kami memang belum membuka berkas satu-satu, karena kalau begitu sudah termasuk verifikasi,” ujarnya.