Rabu,  22 May 2024

Presiden IBA Minta Indonesia Gelar Kejuaraan Tinju Dunia

RN/NS
Presiden IBA Minta Indonesia Gelar Kejuaraan Tinju Dunia

RN - Presiden Tinju Amatir International (IBA) Umar Nazarovich Kremlev mempersilahkan Indonesia menggelar Kejuaraan Tinju Amatir tingkat Dunia.

IBA menilai  Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak petinju di kawasan Asia Tenggara, dan memiliki prestasi yang cukup disegani.

Ucapan pria yang biasa disapa Umar ini saat menyambangi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari di Gedung Sekretariat KOI di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

BERITA TERKAIT :
Ebanie Bridges Tampil Seronok Sebelum Tanding  
Ramla Ali Sukses Rebut Gelar WBA

Kedatangan Presiden IBA beserta rombongan itu didampingi Ketua Umum PP Pertina, Komaruddin Simanjuntak dan Manajer Tinju SEA Games Kamboja 2023, Hengky Silatang dan wasit tinju international asal Indonesia, Boy Pohan.

Umar memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menggelar Kejuaraan Dunia Tinju Amatir.

"Indonesia memiliki perkembangan yang cukup maju dalam pembinaan tinju amatir di kawasan Asia Tenggara. Kami berharap agar Indonesia untuk menggelar event tinju berskala dunia," paparnya.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari menyambut baik rencana IBA untuk menggelar kejuaraan tinju tingkat dunia di Indonesia.

"Tadi kami sudah melakukan perbincangan dengan Umar Kremlev jika tak ada aral melintang Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Tinju Amatir di 2025 mendatang,"ungkapnya.

Raja Sapta Oktohari juga mengatakan, kedatangan Presiden IBA merupakan langkah awal yang baik untuk lebih membangkitkan lagi prestasi tinju di tanah air.

Ketua Umum Pertina, Komaruddin Simanjuntak mengatakan Indonesia siap untuk menggelar event tingkat dunia itu. Pasalnya, dengan digelarnya kejuaraan dunia di Indonesia akan menimbulkan dampak positif dari segi prestasi.

"Untuk prestasi, ini akan menggugah wemangat para petinju di tanah air untuk lebih meningkatkan lagi prestasi mereka. Karena jujur saja, event tinju amatir berskala international di Indonesia sangat langka. Para petinju Indonesia bisa merasaka atmosfir bertanding dengan para petinju dari negara adi daya tinju," katanya.