Kamis,  05 October 2023

Jill Scott, Calon Pelatih Manchester City

ERY
Jill Scott, Calon Pelatih Manchester City
Jill Scott - Net

RN – Mantan pemain timnas wanita Inggris, Jill Scott akan menjadi wanita pertama yang melatih tim pria. Dia dikabarkan bersiap untuk bergabung dengan Manchester City.

Pesepakbola yang memenangkan “I'm A Celeb” pada November lalu tersebut kabarnya dalam waktu dekat akan bergabung dengan tim akademi juara bertahan Liga Premier Inggris itu.

Jika jadi bergabung, dia pun akan menjadi wanita pertama yang menangani tim pria profesional. Pemain berusia 36 tahun itu saat ini sedang mengambil lisensi kepelatihan menjelang memutuskan pensiun.

BERITA TERKAIT :
Putri Pep Guardiola Dijuluki ‘Ratu Luar Biasa’
Dzolimi Ronaldo, Ten Hag ‘Diserang’ Arturo Vidal

Keputusan untuk menjadi pelatih itu tidak lepas dari juru taktik City saat ini, Pep Guardiola. Jill mengatakan, ia sangat terinspirasi dengan peracik strategi berkebangsaan Spanyol itu.

"Saya menghadiri beberapa sesi latihannya, yang sangat bagus, dan dia datang untuk menonton beberapa sesi latihan kami," ujar Jill, yang membuat 111 penampilan untuk tim wanita City, seperti dilansir dari The Sun.

Jill saat ini sudah punya lisensi pelatih UEFA berlevel B. Dia pun sedang berusaha mendapatkan lisensi A yang memungkinkannya untuk melatih di level yang lebih tinggi.

Dengan demikian, pemain yang membantu tim wanita Inggris memenangkan Euro 2022 itu tinggal membutuhkan satu langkah lagi untuk menjadi pelatih tim muda pria di City.

Sejauh ini pelatih wanita di dunia sepakbola Inggris terhitung minim sekali. Hanya empat tim yang memiliki manajer wanita dari 12 tim di Liga Super Wanita Inggris.

Sejauh ini pelatih wanita yang menjadi bintang utama dalam sepakbola wanita adalah Emma Hayes yang menukangi Chelsea. Pelatih 46 tahun ini telah digadang-gadang bakal menjadi pelatih tim pria suatu waktu nanti.

Hayes baru-baru ini sempat dikaitkan dengan pekerjaan di tim Championship Queens Park Rangers. Namun, kesempatannya menjadi pelatih wanita pertama yang menangani tim pria pada akhirnya gagal terealisasi.