Sabtu,  13 April 2024

Erick Jangan Lelet Kasih Sanksi Bos BUMN Yang Pistolnya Meletus 

RN/NS
Erick Jangan Lelet Kasih Sanksi Bos BUMN Yang Pistolnya Meletus 
Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara.

RN - Menteri BUMN Erick Thohir siap memberikan sanksi tegas kepada dirut BUMN yang membawa pistol dan menyalak di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Diketahui, senjata api milik seorang direktur utama (dirut) BUMN dilaporkan sempat meletus di Bandara Sultan Hasanudin, Makasar. Peristiwa itu langsung ditangani Polsek Kawasan Bandara.

Belakangan diketahui bahwa senjata api yang menyalak itu milik Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara. Sedangkan untuk senjata api yang meletus itu merupakan jenis pistol kaliber 32 battle Army.

BERITA TERKAIT :
Dirujak Netizen Akibat Meludah, Karyawan Pertamina Belum Dipecat 
Eks Dirut PT HK & Sanitarindo Tangsel Jaya Digarap, KPK Korek Korupsi Tol Trans Sumatera  

Melansir dari situs resmi perusahaan, diketahui bahwa Harry sudah menjabat sebagai Dirut PT Berdikari sejak 2 April 2020. Adapun pria kelahiran 1971 tercatat memiliki berbagai pengalaman di sejumlah bidang.

Dalam industri keuangan, ia tercatat pernah bergabung dengan National Westminster Bank Plc New York City, Bear & Sterns New York City dan Fund Asia Investment Bank. Tidak berhenti di sana, ia juga sempat bekerja di Bank PDFCI yang menangani Corporate Finance, Fund Rising dan Restructuring.

Selanjutnya Harry kemudian bergabung dengan Henan Putihrai Sekuritas sebagai Senior Vice President dan menangani Investment Banking, Corporate Structure, Merger Acquisition.

Dalam bidang properti, ia tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur pada Pacific Metro Realty (Owning Company of Menara Imperium) dan PT Prabu Budi Mulia (Owning Company of Crowne Plaza Hotel).

Pria kelahiran Palembang ini juga merupakan salah satu pendiri BUMD di Sulawesi Barat, yakni PT Sulbar Group dan menjabat sebagai Presiden Direktur pada 2010 hingga 2013. Setelah itu barulah Herry kemudian sempat menjabat sebagai Komisaris Utama pada Sulbar Energi Group dan Krakatau Stell Global Trading/ PT Krakatau Natural Resources.

"Pasti dong (ada sanksi tegas), kalau sudah ada hitam di atas putihnya. Menterinya aja nggak bawa pistol, masa mau ketemu rakyat bawa pistol? Ketemu rakyat harus melayani. Kalau pistol air boleh kali buat lucu-lucuan, biar segar," ujar Erick.