Rabu,  29 May 2024

Harun Masiku Di Indonesia, Mahfud Datar Tapi Novel Keras Ke KPK

RN/NS
Harun Masiku Di Indonesia, Mahfud Datar Tapi Novel Keras Ke KPK
Harun Masiku.

RN - Buron Harun Masiku masih belum bisa ditangkap. Menko Polhukam Mahfud MD sepertinya datar.

Mahfud Md mengatakan pihaknya tidak bisa mengintervensi KPK. Seperti diberitakan Hubinter Polri yang menyebut buron KPK Harun Masiku berada di Indonesia. 

"Polhukam hanya koordinasi saja rutin sehari-hari dengan KPK. Kalau kewenangan kasus korupsi, ya KPK yang menangani. Kita tidak boleh ikut intervensi," jelas Mahfud Md setelah membuka Forum Diskusi Sentra Gakkumdu 'Wujudkan Pemilu Bersih' di Surabaya, Selasa (8/8/2023).

BERITA TERKAIT :
Keterangan 4 Menteri Ambyar, Yusril Nyinyir Dan Sebut Refly Harun Kurang Canggih 
Hasto Siap-Siap Mau Disetrum KPK, Soal Kasus Harun Masiku

Meski demikian, Mahfud Md menyebut kementeriannya siap membantu KPK terkait dengan pemblokiran aset Harun Masiku. Itu pun jika KPK meminta bantuan.

"Kecuali KPK minta bantuan, misal dalam rangka pemblokiran aset calon tersangka. Misal dulu Lukas Enembe kita yang blokir. Kita fasilitasi penangkapannya dan lainnya," ungkapnya.

Mahfud menegaskan semua hal yang berkaitan Harun Masiku merupakan wewenang KPK. "Ya sejauh KPK merasa mampu, ya KPK sendiri," tandasnya.

Mahfud mengatakan Kemenko Polhukam dengan KPK merupakan mitra kerja. "Harun Masiku itu gini, lembaga pemerintah tuh ada yang bekerja di bidang pemerintahan, di hukum pemerintahan, tapi bukan bawahan presiden, bukan bawahan eksekutif," kata Mahfud.

"Seperti KPK, Komnas HAM, KPU, yang menyangkut Harun Masiku, yang bisa menjawab ya KPK, karena beliau buron KPK," lanjutnya.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti sebelumnya mengadakan pertemuan dengan pimpinan KPK di gedung Merah Putih KPK. Krishna mengatakan keberadaan Harun Masiku tidak seperti rumor yang telah berkembang selama ini.

"Setelah dia ke luar (negeri), dia balik lagi ke dalam. Jadi dia sebenarnya bersembunyi di dalam, tidak seperti rumor," kata Krishna di gedung KPK.

Sementara mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan merespons dugaan Polri yang menyebutkan bahwa tersangka kasus suap Harun Masiku berada di Indonesia. 

Menurut Novel, selama KPK masih berada di bawah kepemimpinan Firli Bahuri, maka buronan itu tidak akan tertangkap.

"Ini soal kemauan saja. Sebagaimana yang pernah saya katakan bahwa selama Firli sebagai Pimpinan KPK, Harun Masiku tidak akan ditangkap," kata Novel saat dikonfirmasi Republika, Selasa (8/8/2023). . 

"Apa yang saya sampaikan terbukti, sampai sekarang kita lihat KPK tidak bersungguh-sungguh menangkap Harun Masiku, sehingga sampai dengan sekarang (sekitar 3 tahun) belum juga tertangkap," katanya lagi.

Padahal, Novel mengatakan, tidak banyak faktor yang mempersulit penangkapan Harun Masiku. Namun, dia meyakini, eks caleg PDIP itu tak kunjung ditangkap KPK karena ada unsur politik.

"Bila dibandingkan dengan kasus-kasus DPO lain, banyak tersangka yang mempunyai kekuatan finansial dan jaringan, tetap bisa tertangkap. Sedangkan Harun Masiku mestinya tidak banyak faktor yang membuat sulit penangkapannya," ujar Novel 

"Saya yakin demikian (ada kaitan dengan unsur politik)," sambung dia.