Rabu,  29 May 2024

Kapolda Irjen Karyoto Tegas, Bakal Usut Kasus Pemerasan Kementan, Firli Cs Siap-Siap? 

RN/NS
Kapolda Irjen Karyoto Tegas, Bakal Usut Kasus Pemerasan Kementan, Firli Cs Siap-Siap? 
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.

RN - Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto tegas. Dia berjanji akan melakukan pengusutan dugaan pemerasan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2021. 

Tapi, Karyoto belum menyebutkan identitas dari pimpinan KPK yang melakukan tindak pidana pemerasan. Seperti diberitakan, foto Ketua KPK Firli Bahuri bersama mantan Mentan SYL beredar dan pertemuan itu di GOR Bulutangkis.

"Kalau perkara sudah masuk, ya akan kita selesaikan," tegas Irjen saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/10/2023).

BERITA TERKAIT :
Lagi Kena COVID-19 Diminta Duit 450 Juta Oleh SYL, Eks Ajduan (Panji) Yang Kumpulkan Dana
Aksi Peras Di Kementan, Diteror Hingga Ancaman Mutasi 

Sebelumnya, penyidik Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menaikan status kasus pemerasan yang dilakukan pimpinan KPK dalam penanganan kasus korupsi di Kementan tahun 2021 ke penyidikan. Kasus ini berawal dari aduan masyarakat atau Dumas perihal adanya dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK.

Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) mengusulkan KPK tak melibatkan Firli Bahuri dalam keputusan menyangkut perkara korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan) sepanjang berjalannya penyidikan kasus dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK. Kasus itu tengah diusut Polda Metro Jaya. 

"Sembari menunggu proses penyidikan di Polda Metro Jaya rampung, ICW mendesak KPK agar tidak lagi melibatkan saudara Firli Bahuri dalam setiap pengambilan keputusan terkait penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di Kementerian Pertanian," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana pada Selasa (10/10/2023). 

Kurnia menegaskan pelibatan Firli dalam kasus korupsi di Kementan rawan mengganggu independensi lembaga anti rasuah. Kondisi semacam itu menurutnya berpeluang menghadirkan konflik kepentingan. "Ini penting untuk menjamin independensi proses hukum di KPK," ujar Kurnia. 

Ketua KPK Firli Bahuri sebelumnya membantah dirinya dan jajaran pimpinan lainnya melakukan pemerasan kepada pihak Kementan. Bahkan, Firli juga menegaskan tindakan pemerasan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan KPK, termasuk dirinya.