Kamis,  22 February 2024

PDIP Bisa Jadi Batu Sandungan Agus Jabat Panglima TNI?

RN/NS
PDIP Bisa Jadi Batu Sandungan Agus Jabat Panglima TNI?
Jenderal Agus saat dilantik jadi KSAD oleh Jokowi.

RN - Kritik PDIP ke Jokowi makin masif. Kali ini kritik terbuka dilontarkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. 

Kritik Hasto terkait Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto yang mendadak menjadi Panglima TNI. Agus diketahui, baru sepakan menjabat KSAD. 

Hasto mengatakan bahwa pengusulan calon panglima TNI merupakan hak prerogatif Jokowi. Namun, ia menyoroti pengusulan nama Jenderal Agus Subiyanto.

BERITA TERKAIT :
Jelang Hari H Pencoblosan, Jenderal Agus Kocok Ulang Pati TNI 
DPR Bergerak Galang Interpelasi, Jokowi Bisa Tersengat Ocehan Eks Ketua KPK

Hubungan PDIP dengan Jokowi memang lagi panas. Hal ini disebabkan lantaran MK mengabulkan gugatan batas usia capres 40 tahun dan membuka peluang Gibran Rakabuming Raka maju sebagai cawapres.

"Proses negara terkait dengan panglima TNI, yaitu kan akhirnya suara-suara masyarakat yang harus didengarkan termasuk pemerintah, Meskipun kami tahu itu merupakan hak prerogatif dari Presiden," ujar Hasto di Kantor Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2023).

"Tapi apakah betul-betul itu dalam rangka untuk menggelorakan profesionalitas TNI. Bahwa itu hak prerogatif Presiden itu kami hormati sepenuhnya, tetapi suara-suara yang harus didengarkan, harus didengarkan," ujar Hasto menegaskan.

Komisi I DPR masih menunggu hasil rapat pimpinan dan Badan Musyawarah (Bamus) DPR untuk penugasan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) kepada calon panglima TNI, yaitu Jenderal Agus Subiyanto. Rencananya, fit and proper test tersebut akan dilaksanakan pada 14 November 2023.

"Kurang lebih seperti itu, tapi kita lihat perkembangannya. Kalau dari pimpinan DPR nanti turunkan lebih cepet, kita bisa buat lebih cepet," ujar Ketua Komisi I Meutya Hafid di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/11/2023).

Politikus Partai Golkar tersebut pun tak mempermasalahkan Jenderal Agus yang diusulkan Jokowi menjadi calon panglima TNI. Padahal, ia baru beberapa hari menjabat sebagai KSAD.

Menurut Meutya, tidak ada ketentuan yang dilanggar terkait pencalonan Jenderal Agus. "Jadi Insya Allah tidak ada, tidak ada berpihak mana, berpihak mana, karena toh nanti kan fit and proper-nya juga dilaksanakan oleh seluruh fraksi," ujar Meutya.

DPR telah menerima surat presiden (surpres) dari Presiden Jokowi terkait calon panglima TNI pengganti Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI yang akan pensiun di akhir November ini. Nama yang diusulkan Jokowi adalah KSAD Jenderal Agus Subiyanto.