Rabu,  17 July 2024

9.227 Warga Palestina Terbunuh, Hamas Murka, Tembak 12 Rusal ke Israel Dari Lebanon 

RN/NS
9.227 Warga Palestina Terbunuh, Hamas Murka, Tembak 12 Rusal ke Israel Dari Lebanon 
Anak-anak jadi korban aksi brutal Israel.

RN - Ribuan warga Palestina yang tewas terbunuh akibat rudal membuat Hamas murka. Hamas, rigade Ezzedine al-Qassam, menembakkan 12 roket ke wilayah kota Kiryat Shomna, Israel bagian utara.

Rentetan roket itu diluncurkan oleh sayap bersenjata Hamas dari wilayah Lebanon, yang berbatasan dengan wilayah utara Israel.

Seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (3/11/2023), sayap bersenjata Hamas yang ada di Lebanon menyatakan via Telegram bahwa pihaknya telah menembakkan selusin roket ke kota di wilayah Israel tersebut pada Kamis (2/11) waktu setempat.

BERITA TERKAIT :
Viral Lima Tokoh NU Bertemu Presiden Israel, PBNU Meradang Dan Murka?
Senator Dailami Kecam Oknum Nahdliyin Temui Presiden Israel

"Sebagai tanggapan atas pembantaian oleh pendudukan (Israel) terhadap rakyat kami di Gaza," demikian pernyataan sayap bersenjata Hamas.

Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom, menyebut rentetan roket itu membuat dua orang mengalami luka-luka.

Salah satu korban luka merupakan 'seorang pria berusia 25 tahun dalam kondisi luka sedang, yang terluka akibat serpihan peluru'. Kepolisian Israel menyatakan bahwa para personelnya dan petugas pemadam kebakaran berada di lokasi serangan.

Seorang fotografer AFP melihat petugas darurat Israel memeriksa puing-puing kendaraan yang terbakar setelah serangan melanda kota Kiryat Shmona.

Diketahui, Israel melancarkan serangan tanpa henti di Jalur Gaza terhadap masyarakat sipil. Alhasil, sudah 9.227 orang telah terbunuh. 

Kementerian Kesehatan Palestina angka korban tewas akibat pemboman Israel itu berlangsung di Gaza. Jumlah korban meninggal tersebut termasuk 3.826 anak-anak dan 2.405 perempuan. 

Sementara jumlah korban terluka sebanyak 23.516 orang. Kementerian Kesehatan mengatakan 196 orang gugur dalam 24 jam terakhir dalam 16 “pembantaian” yang berbeda. Kata pembantaian yang digunakan pejabat Palestina ini untuk merujuk pada serangan yang menyebabkan kematian massal sekaligus.

Sementara sekitar 2.100 orang dilaporkan masih hilang di Gaza, termasuk 1.200 anak-anak. Sebagian besar dari orang-orang ini diyakini tewas dan terkubur di bawah reruntuhan.

Menurut Kementerian Kesehatan, kematian pada bulan Oktober menjadikan jumlah total warga Palestina yang terbunuh sepanjang tahun ini di Tepi Barat menjadi lebih dari 352 orang.