Rabu,  29 May 2024

Cek Performa Atlet & Cari Bibit Baru, PBFI DKI Jakarta Gelar Cek Body Jelang PON Aceh-Sumut

RN/NS
Cek Performa Atlet & Cari Bibit Baru, PBFI DKI Jakarta Gelar Cek Body Jelang PON Aceh-Sumut
Cek body yang digelar oleh PBFI DKI Jakarta.

RN - Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) DKI Jakarta kembali menggelar cek body. Acara yang digelar di Osbond GYM, Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu untuk melihat performa atlet-atlet binaraga. 

Selain itu, cek body juga untuk mencari bibit baru atlet binaraga di Jakarta. Ketua Umum PBFI DKI Jakarta, Estepanus Tengko mengucapkan banyak terima kasih kepada KONI DKI Jakarta yang telah mensupport dan membantu seluruh kegiatan prestasi atlet. 

"Untuk KONI kami ucapkan terima kasih atas supportnya. Cek body ini juga untuk mencari bibit-bibit atlet masa depan Jakarta," ucap Estepanus Tengko dalam siaran pernya di Jakarta, Senin (25/12/2023). 

BERITA TERKAIT :
Cari Bibit Baru, PTMSI DKI Geber Regenerasi Atlet Tenis Meja 
Countdown PON Aceh-Sumut Di Gedung KONI DKI Jadi Tempat Selfie Atlet 

Baca Radar Nonstop Edisi Cetak. Terbit Setiap Senin-Jumat.

"Cek body ini kita gelar dalam rangka persiapan PON Aceh Sumut 2024," tegas Ahmad Yani, Ketua Panitia Cek Body & Latihan Bersama Legend Binaraga Menuju PON Aceh Sumut dalam siaran persnya, Senin (25/12/2023).

Pasca Babak Kualifikasi (BK) PON XXI Aceh dan Sumut yang saat itu digelar di Bengkulu tanggal 26-29 Juli 2023 kata Ahmad Yani, PBFI DKI ingin melihat perkembangan performa para atlet binaraga yang tergabung dalam pelatihan daerah (pelatda). 

"Karena PBFI DKI di PON ke-XXI Aceh Sumut mempunyai target berat untuk meraih medali," tegas pria yang biasa disapa Yan ini.

Cek body akan dipimpin oleh tokoh binaraga yang juga Binpres PBFI DKI Jakarta Yopie Irawan dan tim penilai (juri). Seperti diberitakan saat BK atua Pra PON di Bengkulu, skuad DKI Jakarta berhasil pecah telor dengan menyabet 1 emas dan 1 perunggu. 

Atlet binaraga DKI yang berhasil lolos ke PON Aceh-Sumut dari hasil BK atua Pra PON di Bengkulu yakni Junaidi kelas 60 Kg, Sahri kelas 70 kg, Dedie Hermawan kelas 80 kg dan Rudi Rahmat Romadan kelas 75 kg.

Saat PON Papua, atlet DKI Jakarta hanya mendapatkan dua perunggu. Mereka, yakni Slamet Junaidi kelas 60 Kg dan Sahri pada kelas 70 Kg.