Rabu,  29 May 2024

PBFI DKI Terus Bergerak, Estepanus Tengko: Cek Body Untuk Lihat Performa Atlet 

RN/NS
PBFI DKI Terus Bergerak, Estepanus Tengko: Cek Body Untuk Lihat Performa Atlet 
Estepanus Tengko (kanan).

RN - Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) DKI Jakarta menggelar cek body. Acara pada Selasa-Rabu (26-27 Desember 2023) digelar di Osbond GYM, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Ketua Umum PBFI DKI Jakarta, Estepanus Tengko meminta kepada para atlet ibu kota untuk terus menjaga performa. Sebab, persaiangan atlet binaraga makin ketat. 

"Saya harap ke depan terus menjaga performa. Karena prestasi tidak datang tiba-tiba dan ini harus terus digeber," tegas  Estepanus Tengko di lokasi acara. 

BERITA TERKAIT :
Cari Bibit Baru, PTMSI DKI Geber Regenerasi Atlet Tenis Meja 
Countdown PON Aceh-Sumut Di Gedung KONI DKI Jadi Tempat Selfie Atlet 

Estepanus Tengko juga mengucapkan banyak terima kasih kepada KONI DKI Jakarta yang telah mensupport dan membantu seluruh kegiatan prestasi atlet. 

"Untuk KONI kami ucapkan terima kasih atas supportnya. Cek body ini juga untuk mencari bibit-bibit atlet masa depan Jakarta," ucap Estepanus Tengko.

Binpres PBFI DKI Jakarta Yopie Irawan menyatakan, cek body diharapkan mampu menjadi pemicu prestasi atlet binaraga yang akan berlaga di PON Sumut dan Aceh tahun 2024.  

Ahmad Yani, Ketua Panitia Cek Body & Latihan Bersama Legend Binaraga Menuju PON Aceh Sumut melanjutkan, atlet-atlet DKI Jakarta yang tergabung dalam pelatda terus melakukan latihan. "Cek body ini pastinya kita bisa lihat perkembangan para atlet," ungkapnya. 

Diketahui, Babak Kualifikasi (BK) PON XXI Aceh dan Sumut yang saat itu digelar di Bengkulu, skuad DKI Jakarta berhasil pecah telor dengan menyabet 1 emas dan 1 perunggu. 

Atlet binaraga DKI yang berhasil lolos ke PON Aceh-Sumut dari hasil BK atua Pra PON di Bengkulu yakni Junaidi kelas 60 Kg, Sahri kelas 70 kg, Dedie Hermawan kelas 80 kg dan Rudi Rahmat Romadan kelas 75 kg.

Saat PON Papua, atlet DKI Jakarta hanya mendapatkan dua perunggu. Mereka, yakni Slamet Junaidi kelas 60 Kg dan Sahri pada kelas 70 Kg.