Minggu,  21 April 2024

Prancis Larang Pemain Timnasnya Puasa

ERY
Prancis Larang Pemain Timnasnya Puasa
Ilustrasi para pemain Timnas Prancis - Net

RN - Prancis melarang semua pemainnya berpuasa di Bulan Ramadan, supaya punya tenaga maksimal di lapangan. Hal itu sangat berbeda dengan Juergen Klopp di Liverpool.

Dilaporkan ESPN, Federasi Sepakbola Prancis (FFF) melarang pemainnya di level senior dan kategori kelompok umur untuk berpuasa di Ramadan ini ketika persiapan dan berlangsungnya jeda internasional. Itu demi, tenaga mereka bisa maksimal di lapangan.

Hal tersebut jadi kontroversi. Malah, pemain U-19 Prancis, Mahamadou Diawara yang muslim langsung mundur dari timnasnya karena aturan tersebut.

BERITA TERKAIT :
Zinedine Zidane Naksir Setan Merah
Hal Ini Bikin Barca Segera Depak Xavi Hernandez

Di sosial media, FFF mendapat banyak kecaman. Prancis dinilai tidak menghargai para pemainnya yang muslim, untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

Para fans sepakbola lantas menyangkutpautkan dengan Juergen Klopp. Manajer Liverpool ini sebaliknya, punya kisah viral yang begitu menghargai pemain muslim termasuk di bulan puasa.

"Tidak ada masalah bagi pemain saya yang berpuasa. Mereka selalu bisa memberikan performa terbaiknya ketika berpuasa atau tidak. Saya menghormati agama mereka," kata Klopp dilansir Liverpool Echo pada tahun 2020 lalu.

Ketika Ramadan tiba, sesi latihan Liverpool akan dipadatkan pada pagi hari. Sesi latihan siang dan sore ditiadakan, sehingga pemain muslimnya bisa segera pulang ke rumah untuk beristirahat.

Tim nutrisi Liverpool juga punya menu khusus bagi pemainnya yang berpuasa. Sadio Mane, eks pemain The Reds pernah mengutarakannya.

"Sebelum Ramadan, saya berbicara dengan kapten (Jordan Henderson) untuk menyampaikan ke manajer agar kami mengganti skedul latihan di bulan Ramadan," katanya, seperti dilansir dari Daily Mail.

"Jujur saja, berat rasanya bermain saat Ramadan. Namun, tim nutrisi kami membuat segalanya lebih mudah dan bos (Klopp-red) membuat jadwal latihan baru, sehingga kami bisa tetap menjalankan puasa," paparnya.

Lebih dari itu, Juergen Klopp tidak hanya memperlakukan pemain muslim secara khusus di bulan Ramadan. Setiap harinya, Klopp menghormati para pemain muslimnya untuk melakukan ibadah.

"Ada hari-hari ketika Mane dan Salah telat datang ke ruang ganti karena beribadah lebih dulu. Ya, dalam hidup ini ada hal yang lebih penting daripada sepakbola," ujar Klopp.

"Saya senang dengan keanekaragaman budaya di tim ini. Pun saya akan senang, jika kami punya perwakilan pemain muslim," sambungnya.