Minggu,  14 July 2024

Syafrin Liputo Kalau Ngeles Paling Jago, Ngaku Beli Moge Rp 6,3 M Buat Kawal Gubernur DKI Baru

RN/NS
Syafrin Liputo Kalau Ngeles Paling Jago, Ngaku Beli Moge Rp 6,3 M Buat Kawal Gubernur DKI Baru
Syafrin Liputo.

RN - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo dicap jago ngeles. SL sapaan Syafrin Liputo mengaku, rana Rp 6,3 miliar untuk belanja motor listrik patwal pimpinan VVIP untuk mengawal Gubernur terpilih Jakarta.

Anggaran jumbo itu kabarnya untuk membeli lima motor gede alias moge. Kalangan DPRD DKI Jakarta memprotes Syafrin Liputo yang lebih menampilkan pengawalan VVIP ketimbang program pro rakyat. 

"Motor listrik tersebut akan digunakan prioritasnya untuk pemanduan Gubernur terpilih nanti," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Selasa (26/3/2024).

BERITA TERKAIT :
Jalur Sepeda Di Senopati Jadi Parkir Liar, Menghapus Jejak Anies?
Waspada, Pelaku Kriminal Makin Brutal Di Jakarta 

Syafrin menjelaskan penggunaan motor listrik merujuk Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Implementasi Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai serta Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pemanfaatan Kendaraan Motor Listrik Berbasis Baterai untuk Kendaraan Dinas maupun Perorangan.

"Oleh sebab itu, kami selaku Dishub memilih kendaraan listrik itu pertama untuk patroli," jelasnya.

Syafrin mengatakan pihaknya telah membeli 186 unit motor listrik untuk patroli anggota Dishub DKI pada tahun 2023. Dia mengatakan pengadaan moge (motor gede) listrik untuk patwal ini akan menggantikan moge patwal yang telah dipakai sejak 2006.

"Ada beberapa kendaraan motor besar yang biasa digunakan untuk pengawalan usianya sudah cukup tua, 2006 terakhir kita mengadakan. Jadi ini kita akan ganti tapi dengan menggunakan teknologi motor listrik," ujarnya.

Dia mengatakan mobilitas Gubernur Jakarta pasti tinggi. Dia mengatakan ada juga target menekan polusi udara di Jakarta yang harus dimulai di internal Pemprov DKI.

"Begitu itu dilakukan untuk pengawalan maka mobilitas Pak Gub sangat tinggi. Contohnya hari ini, beliau dari sini ada kegiatan lanjutan. Target-target untuk menekan polusi udara Jakarta itu harus mulai dari diri Pemprov DKI Jakarta sendiri. Jadi bagaimana kita mengajak masyarakat kemudian kita sendiri boros dengan polusi," ucapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,3 miliar untuk belanja motor listrik pengawalan (patwal) pimpinan VVIP. Hal tersebut tertera dalam situs SiRUP LKPP seperti dilihat, Senin (4/3). Tender tersebut diberi nama 'Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional Lapangan Khusus Sepeda Motor Listrik Pengawalan Pimpinan VVIP'.

Pengadaan tersebut berada pada Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Anggarannya berasal dari APBD DKI 2024.

"Total pagu Rp 6.354.750.000 (Rp 6,5 miliar)," demikian tertulis dalam situs tersebut.

Motor listrik yang akan dibeli berjumlah lima unit. Pemilihan penyedia dijadwalkan dimulai pada Maret 2024 dan berakhir Juni 2024. Pemanfaatan barang ditargetkan dimulai pada Desember 2024. Sejumlah anggota DPRD DKI pun mengkritik rencana pembelian moge listrik itu.

Jago Ngeles

Pengamat politik Adib Miftahul menilai, pembelian moge listrik dengan harga Rp 6,3 miliar melukai warga Jakarta. Sebab, anggaran jumbo itu lebih pada tampilan bukan manfaat. 

Adib menuding Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo (SL) jago ngeles. "Saat ramai dan hujan kritik, dia bilang buat gubernur baru. Inikan aneh, kalau gubernur baru anggarkan saja di APBD 2025 kenapa 2024," sindir Adib. 

Yang lebih miris lagi adalah dipangkasnya anggaran untuk siswa miskin yakni KJP dan beasiswa mahasiswa (KJMU). "Lucu dan aneh ini Pak SL. Dia memang jago ngeles kalau gitu," ucapnya. 

Sekretaris F-PDIP DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo sebelumnya mengatakan saat ini masyarakat dihadapi oleh polemik KJMU hingga harga sembako yang melambung tinggi. 

Sehingga, Rio memandang pembelian kendaraan dinas baru itu menyinggung perasaan masyarakat yang sedang kesulitan.

"Apalagi jika melihat kondisi saat ini serta kebutuhan dalam sektor lain seperti pencabutan subsidi KJMU, KJP dan lain-lain yang saat ini meresahkan penerima manfaat, harga bahan dasar sembako membumbung naik, kesehatan dan Lingkungan Hidup, Mitigasi Bencana, maka Pengadaan Belanja 5 Motor Listrik dengan anggaran Rp 6,3 miliar tersebut masuk dalam pemborosan anggaran," kata Rio kepada wartawan.