Rabu,  29 May 2024

Drone Rudal Iran Gempur Isarel, Menlu Inggris Minta Benjamin Netanyahu Tak Bikin Gaduh Lagi 

RN/NS
Drone Rudal Iran Gempur Isarel, Menlu Inggris Minta Benjamin Netanyahu Tak Bikin Gaduh Lagi 
Drone rudal milik Iran gempur Israel.

RN - Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan Inggris tidak mendukung serangan balasan. Untuk itu, Inggris meminta Israel tidak membuat gaduh.

Senin (15/4/2024), Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan Paris akan mencoba menyakinkan Israel mereka harus tidak meresponsnya dengan meningkatkan ketegangan. 

Iran membalas serangan Israel ke kantor konsulat Iran di Suriah yang menewaskan tujuh perwira termasuk dua jenderal Garda Revolusi Iran.

BERITA TERKAIT :
Bu Retno Berjuang Untuk Palestina Tanpa Banyak Bacot 
Israel Makin Biadab, Kamp Tenda Pengungsi Diserang Secara Brutal

Serangan pada Ahad (14/4/2024) menjadi serangan langsung pertama Iran ke wilayah Israel. Meski dua negara sudah bermusuhan sejak revolusi 1979. 

Ketegangan semakin memanas sejak perang Israel di Gaza yang menurut Kementerian Kesehatan Gaza sudah menyebabkan 33.700 orang Palestina gugur. Kanselir Jerman Olaf Scholz juga meminta Israel untuk berkontribusi atas de-eskalasi situasi di Timur Tengah.

"Iran harus menghentikan agresinya," kata Scholz dalam kunjungannya di Cina.

Jerman merupakan sekutu setia Israel. Ditanya apakah ia mencoba membujuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak menggelar respons militer, ia mengatakan terdapat kesepakatan keberhasilan Israel menghalau serangan Iran dengan bantuan sekutu benar-benar luar biasa.

"Keberhasilan ini mungkin juga tidak boleh dibuang begitu saja. Oleh karena itu kami menyarankan untuk berkontribusi pada de-eskalasi itu sendiri," tambahnya.