Minggu,  23 June 2024

78 Ribu Hektare Tambak Udang Dari Banten Hingga Jatim Mangkrak, Butuh Duit Rp 13 Triliun

RN/NS
78 Ribu Hektare Tambak Udang Dari Banten Hingga Jatim Mangkrak, Butuh Duit Rp 13 Triliun
Tambak udang di Banten.

RN - Sekitar 78 ribu hektare tambak udang yang tidak terpakai alias idle di sepanjang Serang di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur. Untuk membenahinya butuh duit Rp 13 triliun.

Jokowi menyebut ada sekitar 78 ribu hektare tambak udang yang tidak terpakai alias idle di sepanjang Serang di Banten hingga Banyuwangi di Jawa Timur.

Ia ingin tambak itu dialihfungsikan untuk kegiatan perikanan lain. Jokowi kemudian menghitung alih fungsi tambak udang menjadi tambak budi daya lain yang bernilai ekonomi. Salah satunya tambak nila salin.

BERITA TERKAIT :
Menko PMK Bilang Ada Bansos Judi Online, Tapi Jokowi Menolak
Hasto Makin Galak Aja, Kali Ini Serang Gibran Bagikan Buku Foto Jan Ethes

Ia memperkirakan alih fungsi memakan biaya hingga Rp13 Triliun.

"Tambak 78 ribu hektare itu kira-kita butuh berapa anggarannya. Sudah dikalkulasi kira-kita Rp13 Triliun. Saya bilang kalau Rp13 Triliun, dari Banten sampai ke Jatim, dari Serang sampai ke Banyuwangi, semuanya bisa dikerjakan," kata Jokowi di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya, Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5).

Jokowi menyebut besaran perkiraan anggaran itu bukan angka yang besar lantaran menurutnya akan mampu menyerap banyak tenaga kerja di sepanjang jalan Pantura itu.

Ia mengingatkan nilai pasar komoditas nila salin mencapai US$Rp14,46 miliar atau setara dengan Rp230 Triliun pada 2024. Nilai pasar komoditas itu juga akan meningkat menjadi sebesar Rp23,02 miliar pada 2024.

Namun di sisi lain, Jokowi juga mengingatkan pembangunan dan pengembangan tambak memerlukan percontohan kecil terlebih dahulu alias modelling.

"Jangan langsung membuat yang gede, saya setuju bahwa dibuat model dulu, ada modelingnya dulu. Kalau modelingnya sudah benar, yang diinfokan ke saya dari yang biasanya 1 hektare, hasilnya hanya 0,6 ton per hektare, menjadi 80-an ton per hektare," jelasnya.

Jokowi kemudian mengaku pemerintah berencana memasukkan anggaran program budi daya ikan nila salin ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 apabila hasilnya menjanjikan.

Jokowi pun mengaku akan meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk merealisasikan mimpi dan rencana pembangunan alih fungsi lahan tambak udang menjadi tambak ikan nila salin itu.

"Kalau memang sangat visible, ini akan saya siapkan di APBN 2025 dan 2026. Dan saya akan bisikin kepada pemerintahan baru, oleh presiden terpilih, agar mimpi besar ini betul-betul bisa direalisasikan," ujar Jokowi.