Senin,  22 July 2024

Budi Pilih Wakil Ketua DPR Ketimbang Gubernur Jakarta, Dasco Naik Menteri

RN/NS
Budi Pilih Wakil Ketua DPR Ketimbang Gubernur Jakarta, Dasco Naik Menteri
Budisatrio Djiwandono dan istrinya.

RN - Budisatrio Djiwandono enggan bertarung di Jakarta. Dia ditugasi khusus oleh Prabowo untuk berada di DPR Senayan. 

Kabarnya Waketum Partai Gerindra yang juga keponakan Prabowo ini diplot menjadi Wakil Ketua DPR menggantikan Sufmi Dasco Ahmad. Sementara Dasco disebut-sebut akan menempati posisi baru.

"Saya sudah menerima arahan dari Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Partai Gerindra Pak Prabowo untuk terus melanjutkan perjuangan di Parlemen," kata Budi, Kamis (30/5/2024).

BERITA TERKAIT :
Pj Gubernur DKI Dipuji-Puji, HBH Kuat Tapi Lemah Dan Berat Lawan Anies 
Getol Sholat Jumat Di DKI, Kaesang Masih Berat Lawan Anies Dan Ahok

Penegasan ini disampaikan Budi usai poster dirinya bersanding dengan Ketum PSI Kaesang Pangarep dengan tulisan 'For Jakarta 2024'. Poster itu diunggah oleh Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Budi juga menyampaikan Partai Gerindra telah mengantongi nama yang akan diusung dalam Pilkada Jakarta mendatang. Nama - nama itu telah disepakati oleh Koalisi Indonesi Maju (KIM).

"Untuk Pilkada DKJ (Daerah Khusus Jakarta), Partai Gerindra sudah mengantongi nama yang akan diusung. Nama akan diumumkan pada saatnya," ujar Budi

Diberitakan, melihat hasil Pileg 2024, Budisatrio Djiwandono lolos ke DPR RI dari Dapil Kalimantan Timur meliputi Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kota Bontang, Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.

Penegasan Budi ini sekaligus menepis isu yang digaungkan Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad melalui unggahan akun medsosnya.

Dalam unggahan tersebut, Don Dasco memasang gambar Budi dan Kaesang dengan latar belakang Monumen Nasional. 

Di bawah foto tersebut tertulis Budi sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dan Kaesang sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ada juga tulisan 'for presiden 2024' di atas foto keduanya dalam poster tersebut.

"Budisatrio Djiwandono-Kaesang Pangarep For Jakarta 2024," tulis Dasco dalam keterangan unggahan tersebut. Meski demikian, Dasco belum menjelaskan apakah Gerindra resmi menduetkan keduanya untuk Pilgub Jakarta.

Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menyambangi kantor Kementerian Keuangan di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (31/5).

Tim ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Gibran Sufmi Dasco Ahmad yang juga merupakan Ketua Harian DPP Partai Gerindra.

Kedatangan mereka dalam rangka berkoordinasi dan sinkronisasi terkait sejumlah program yang akan dijalankan pemerintahan Prabowo-Gibran sebagaimana janji saat kampanye pada Pilpres 2024 lalu.

Dalam kedatangannya, Wakil Ketua Tim Gugus Tugas Sinkronisasi, Ahmad Muzani menjabarkan tim ini ditugaskan oleh Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto untuk melakukan sinkronisasi dengan sejumlah institusi pemerintah terkait.

"Ini adalah tim Gugus Tugas Sinkronisasi Pemerintahan Prabowo-Gibran yang diminta oleh Presiden terpilih untuk melakukan sinkronisasi dengan kementrian-kementrian untuk mempersiapkan proses pemerintahan setelah mereka dilantik," kata Muzani.

Muzani yang juga Sekjen Partai Gerindra itu menyampaikan, tujuan adanya gugus tugas ini merupakan upaya efisiensi dari Prabowo-Gibran agar kelak setelah dilantik bisa langsung menjalankan program-program mereka.

"Beliau (Prabowo) berharap bahwa proses sinkronisasi ini akan berjalan baik, karena beliau ingin pada pemerintahan yang akan datang tidak akan memakan waktu terlalu lama untuk proses transisi," katanya.

"Karena pemerintahan yang akan datang ingin cepat pada pelaksanaan program yang merupakan janji kampanye kami pada saat pemilu yang lalu," tuturnya.

Wakil Ketua MPR RI mengatakan nantinya kementerian yang lainnya akan turut didatangi tim tersebut untuk melakukan sinkronisasi dan koordinasi.

Dalam susunannya, Gugus Tugas Sinkronisasi juga melibatkan Tommi S Djiwandono sebagai anggota bidang ekonomi dan keuangan, kemudian Budi Djiwandono, Prasetyo Hadi dan Sugiyono sebagai anggota.