Jumat,  04 April 2025

Hanya China Yang Berani Lawan Perang Dagang Donald Trump 

RN/NS
Hanya China Yang Berani Lawan Perang Dagang Donald Trump 
Donald Trump dan Xi Jinping.

RN - China bukan kaleng-kaleng. Negeri tirai bambu itu berjanji akan melawan dan membalas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

China mengaku siap melawan tarif impor 34%. Pemerintahan Xi Jinping menyatakan akan melindungi kepentingan negaranya dan mengutuk langkah AS sebagai tindakan intimidasi.

Kementerian Perdagangan China telah melakukan konferensi pers pada Rabu sore dan menunjukkan sikap Beijing dalam menanggapi pemberlakuan tarif AS. Trump menyebut hari pengumuman tarif resiprokal atau tarif timbal balik sebagai Liberation Day atau Hari Pembebasan.

BERITA TERKAIT :
Donald Trump Bikin Pusing Prabowo, Ekonomi Baru Mau Naik Kini Dihantam Tarif Baru 
Prabowo Sudah Punya Resep Jitu, Gak Panik Hadapi Perang Dagang Donald Trump 

"China dengan tegas menentang langkah tersebut dan akan mengambil tindakan balasan yang tegas untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah," ujar Kementerian Perdagangan China Beberapa jam setelah pengumuman Gedung Putih, dilansir dari SCMP, Kamis (3/4/2025).

"Apa yang disebut tarif timbal balik telah melanggar aturan perdagangan internasional dan merusak hak dan kepentingan yang sah dari pihak-pihak terkait, dan merupakan tindakan intimidasi sepihak yang khas," tambahnya.

Berbicara di Taman Mawar Gedung Putih pada hari Rabu, Trump mengatakan pihaknya akan mengenakan tarif timbal balik yang didiskon sebesar 34 persen terhadap China. Trump mengangkat bagan yang mencantumkan banyak mitra dagang AS dan tarif yang mereka kenakan ke AS.

"(Perhitungan tersebut mencerminkan) tarif gabungan dari semua tarif, hambatan non moneter, dan bentuk-bentuk kecurangan lainnya", ujar Trump sambil menjelaskan bahwa AS mengenakan biaya kepada negara lain sekitar setengah dari yang mereka kenakan kepada AS.

Secara total China akan terkena tarif sebesar 54% oleh AS, yang berasal dari tarif resiprokal 34% dan tarif 20% yang sebelumnya telah ditetapkan pada awal tahun ini. Angka itu mendekati level 60% seperti janji Trump saat masa kampanye.