RN - Perang dagang Donald Trump membuat pusing Presiden Prabowo. Tarif baru Amerika Serikat (AS) bisa mengguncang ekonomi nasional.
Prabowo telah mengeluarkan instruksi terkait kebijakan tarif baru. Dia meminta menteri Kabinet Merah Putih untuk melakukan perbaikan struktural.
"Presiden Prabowo telah menginstruksikan Kabinet Merah Putih untuk melakukan langkah strategis dan perbaikan struktural serta kebijakan deregulasi yaitu penyederhanaan regulasi dan penghapusan regulasi yang menghambat, khususnya terkait dengan Non-Tariff Barrier," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dikutip detikcom, Jumat (4/4/2025).
BERITA TERKAIT :Xi Jinping Balas Trump, Kenakan Tarif 34 Persen Semua Barang Impor Dari AS
Tarif Dagang Donald Trump, DPR Kirim Sinyal Badai PHK
Langkah tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing dan menarik investor. Selain itu, Prabowo juga menginstruksikan untuk mengambil langkah strategis lainnya guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Hal ini juga sejalan dalam upaya meningkatkan daya saing, menjaga kepercayaan pelaku pasar dan menarik investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Langkah kebijakan strategis lainnya akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia untuk terus memperbaiki iklim investasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja yang luas," tulisnya.
Indonesia sendiri akan mengirimkan delegasi untuk melakukan negosiasi tarif 32% dari Trump untuk barang dari RI yang masuk ke AS. Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh Pemerintah AS, terutama yang disampaikan dalam laporan National Trade Estimate (NTE) 2025 yang diterbitkan US Trade Representative.
Kemlu RI sebelumnya juga mengatakan tarif 32% dari Trump untuk barang dari RI memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menghitung pengenaan tarif AS terhadap berbagai aspek.
Sebelumnya, Trump mengenakan tarif 32% untuk barang dari RI yang masuk ke AS. Tarif itu diterapkan karena Trump menyebut Indonesia mengenakan tarif 64% untuk barang-barang dari AS.
Bukan hanya perdagangan yang berisiko terganggu, tetapi juga stabilitas pasar keuangan Indonesia. Jika ekonomi AS melambat akibat perang dagang yang semakin luas, investor global cenderung menarik dananya dari negara berkembang seperti Indonesia.
Situasi ini bisa semakin memperburuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Jika aliran modal keluar meningkat, pelemahan rupiah bisa terjadi lebih cepat, dan itu berisiko menaikkan biaya impor serta mendorong inflasi.
Saham Anjlok
Jepang dan Australia sudah goyang. Tarif baru dari AS itu membuat sasar saham Australia dan Jepang anjlok. Pada pembukaan perdagangan Kamis (3/4) usai keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 10 persen pada ekspor negara tersebut.
Dilaporkan CNN, Kamis (3/4), ASX 200 anjlok 142 poin atau 1,79 persen, dipimpin oleh saham teknologi, bank, dan sektor properti.
CEO Kamar Dagang Australia, Andrew McKellar, mengatakan dibandingkan dengan beberapa mitra dagang penting Amerika lainnya, Australia terhindar dengan relatif ringan.
Namun, ia mengatakan keputusan Trump untuk mengenakan tarif bukanlah tindakan yang bersahabat. Ia menyebut para pebisnis akan berupaya bekerja sama dengan pemerintah untuk melawan tarif tersebut.
Sementara itu, seperti dilaporkan CNN, indeks Nikkei 225 juga anjlok sekitar 4 persen pada Kamis (3/4) seiring pengumuman tarif Trump itu. Nikkei 225 mengukur kinerja 225 perusahaan teratas Jepang yang diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo.
Trump sebelumnya mengumumkan pajak timbal balik sebesar 24 persen terhadap Jepang, salah satu dari puluhan negara yang ditetapkan tarif tambahan oleh AS di luar tarif minimum 10 persen yang dikenakan pada semua negara.
Trump turut mengonfirmasi bahwa mulai tengah malam di Washington DC, tarif 25 persen akan dikenakan pada semua mobil asing yang diimpor ke AS.
Industri otomotif merupakan pilar ekonomi Jepang dan negara tersebut merupakan rumah bagi perusahaan-perusahaan seperti Toyota, Honda, dan Nissan. Ekspor mobil Jepang ke AS sekitar 40 miliar dolar AS pada 2024.
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen mobil besar Jepang telah memindahkan produksi mereka ke Meksiko untuk memangkas biaya.
Kebijakan tarif baru ini Donald Trump nilai mampu meningkatkan perang dagang global dan konsumen Amerika akan terdampak kenaikan harga di saat ekonomi genting.
"Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami," kata Trump seperti dilansir CNN.