RN - Tottenham Hotspur berada terdepan untuk mendapatkan Xavi Simons dari Red Bull Leipzig. Gelandang tersebut diberi izin untuk hengkang ke London, guna menyelesaikan langkah selanjutnya.
Chelsea awalnya memimpin perburuan pemain berusia 22 tahun tersebut. Namun, sejauh ini The Blues belum bersedia memenuhi tuntutan dari Leipzig sebesar 70 juta euro (sekitar Rp1,3 triliun).
Menurut laporan ESPN, Spurs telah mengajukan tawaran yang nilainya mendekati angka tersebut, dan Simons pun telah pergi ke London untuk menyelesaikan kesepakatan.
BERITA TERKAIT :Mathys Tel Cuek Pelecehan Rasis
Masih harus dilihat apakah Chelsea akan bertindak untuk menyaingi tawaran Tottenham. Hanya saja, upaya mereka terhambat oleh keharusan untuk mematuhi ketentuan hukuman UEFA.
Hukuman itu mengharuskan Chelsea mencatat saldo transfer positif terkait dengan skuad UEFA Conference League musim lalu untuk mendaftarkan pemain baru untuk kampanye Liga Champions musim ini.
Sementara itu, Tottenham ingin menambah setidaknya dua pemain baru sebelum batas waktu transfer pada 1 September 2025.
Spurs fokus pada lini serang setelah gagal mendapatkan Morgan Gibbs-White dan Eberechi Eze. Gibbs-White menandatangani kontrak baru untuk bertahan di Nottingham Forest, sementara Gibbs-White memilih bergabung Arsenal.
Namun, merekrut Simons akan menjadi pencapaian yang signifikan jika mereka dapat menyelesaikan kesepakatan mengingat ia sebelumnya diperkirakan akan bergabung Chelsea.
Kedatangan Simons di London bukan indikasi kesepakatan telah sepenuhnya disetujui dengan klub mana pun, tetapi setidaknya Spurs paling serius sejauh ini.
Jika Chelsea memilih untuk tidak menghidupkan kembali minat terhadap Simons, pemain asal Belanda itu punya kans besar merapat ke Spurs.
The Blues tampaknya memang sudah tak berminat kepada pemain Leipzig tersebut. Soalnya, kabar terbaru mereka beralih mengincar pemain Barcelona, Fermin Lopez. Awal pekan ini Chelsea juga telah menanyakan tentang ketersediaan Lopez.
