Minggu,  14 July 2024

Elektablitas Rendah, Gibran Diminta Nggak Usah Over Dosis Gimmick

RN/CR
Elektablitas Rendah, Gibran Diminta Nggak Usah Over Dosis Gimmick
Salah satu gimmick yang ditampilkan Gibran Rakabuming Raka sesaat akan mendaftarkan diri jadi Cawalkot Solo -Net

RADAR NONSTOP - Putra pertama Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka diminta jangan over dosis gimmick.

Begitu dikatakan Direktur Lembaga Survei Median, Rico Marbun, Gibran harus menantang dirinya sendiri, guna mampu menghadirkan kepemimpinan berbeda dari pemimpin sebelumnya di Solo. Misalnya, mematangkan visi dan misi. 

Hal ini, mengingat elektabilitasnya masih kalah dari Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, yang juga mau maju dalam pemilihan Wali Kota Solo pada Pilkada Serentak 2020 mendatang.

BERITA TERKAIT :
Cibir Kinerja Pemkot Jakut, Warga Sunter Minta Walikota Jangan Cuek Soal Tawuran
Pilkada Kota Bekasi, M2 Kuat Ke Wong Cilik, Tri Terlalu Pede

"Semua gimmick yang dia lakukan seperti misalnya pamitan dan diantar orang tuanya, itu cukup. Jangan over dosis," katanya di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Elektabilitas Gibran berdasar hasil survei yang dilakukan pihaknya masih ada di posisi dua, kalah dari Purnomo yang petahana. Elektabilitas Gibran hanya 19,1 persen, berbanding jauh dengan Purnomo yang mencapai 40,9 persen.

Rico mengatakan, penting bagi Gibran untuk membuktikan visi dan misi dia pada calon pemilihnya. Karena, banyak responden menilai Gibran masih terlalu muda hingga belum berpengalaman.

Untuk itu, lanjut Rico, pada waktu sembilan bulan yang ada kiranya bisa dimanfaatkan oleh Gibran sebaik mungkin. Gibran disebut, harus mampu memberikan gebrakan agar elektabilitasnya naik.

"Dinamika sangat mungkin terjadi, kalau Gibran mampu melakukan langkah-langkah yang di luar pencitraan yang hanya sekadar trending topic semata. Apa sih mimpinya untuk Solo, kenapa kok Anda merasa lebih. Itu yang harus diyakinkan. Adu gagasan, visi, dan misi. Bukan adu yang lain," katanya lagi.

Untuk diketahui, survei Median dilakukan pada 3-9 Desember 2019. Median menggelar survei terhadap 800 responden yang merupakan warga Solo pemilik hak pilih. Survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.