Rabu,  04 August 2021

Pedagang Tanah Abang Menjerit, Stok Numpuk Dan Tetap Bayar Karyawan 

NS/RN
Pedagang Tanah Abang Menjerit, Stok Numpuk Dan Tetap Bayar Karyawan 
Ilustrasi Pasar Tanah Abang tutup.

RADAR NONSTOP - Kawasan Pasar Tanah Abang masih tutup. Rencananya pedagang bisa berjualan lagi setelah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 23 April.

"Saat ini saja kami sudah pening. Stok numpuk dan bayar karyawan tetap," keluh pedagang busana muslim yang biasa disapa Uda kepada wartawan, Minggu (19/4). 

Uda mengaku, yang pening bukan hanya dirinya tapi semua pedagang di Tanah Abang. "Jualan itu ramainya pas mau puasa. Kalau pas puasa sudah sepi," ucapnya. 

BERITA TERKAIT :
Sehari Puluhan Orang Wafat, Zona Merah Di Lampung Meluas 
Dari Level 3 Naik Jadi 4, Ini Zona Merah Jabar 

Dia berharap Corona bisa berakhir dan pedagang bisa diizinkan lagi berdagang. "Banyak juga yang sudah mem PHK karyawan," ungkapnya. 

Jika PSBB diperpanjang maka nasib ribuan pedagang makin remuk. Sebab, pasar grosir terbesar di Asia Tenggara itu pastinya akan ditutup lagi oleh Perumda Pasar Jaya. 

Jika Ramadhan, biasanya orderan bisa naik hingga 200%. "Gimana mau jualan nih, kalau ngarep jualan di online ya susah sekarang karena kan kita grosiran," tambah Kiri salah satu pedagang di Blok A.  

Diketahui, Tanah Abang adalah salah satu jantung ekonomi ibukota. Di tempat ini ada ribuan pekerja dan pedagang yang mengais rejeki lewat toko-toko pakaian. 

Dalam sehari perputaran duit di Pasar Tanah Abang sekitar 200 miliar. Diperkirakan total kerugian seluruh pedagang di sana Rp 75 miliar/hari, dengan asumsi 15 ribu pedagang mengantongi omzet rata-rata paling kecil Rp 5 juta/hari.