RADAR NONSTOP - Jika Pilkada serentak dipaksa digelar pada 9 Desember 2020 bisa berdampak buruk. Sebab, bisa beresiko pada perekonomian negara.
"Jangan sampai yang gatal tangan, tapi kaki diamputasi. Jadi, sekali lagi yang penting kita atasi COVID-19 janganlah melakukan renovasi atap rumah di saat badai. Jadi, ayo kita pikirkan matang-matang, karena sistem ada baik buruknya," ucap ekonom Senior Faisal Basri lewat webinar Indef, Jakarta, Kamis (1/10/2020).
Menurutnya, jika kasus terus melonjak apalagi dibarengi dengan Pilkada, maka penanganan COVID-19 tak akan selesai. Alhasil, sama halnya dengan masalah ekonomi yang juga tak akan kunjung selesai.
BERITA TERKAIT :Rano Karno Sebut Ekonomi Warga Jakarta Lagi Turun
Indonesia Masuk Daftar Penghambat Perdagangan AS, Total Ada 58 Negara
Faisal menekankan kunci kerberhasilan ekonomi bisa pulih kembali adalah dengan menekan kasus COVID-19. Ia juga mengingatkan pemerintah jangan terus menggunakan instrumen keuangan dalam mengatasi COVID-19, seperti Perppu Reformasi Sistem Keuangan.