Sabtu,  23 January 2021

Ancol Merugi Hingga Rp. 252,13 Milyar, Ini Kata Gerindra

SN
Ancol Merugi Hingga Rp. 252,13 Milyar, Ini Kata Gerindra
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ichwanul Muslimin (Foto; Net)

RADAR NONSTOP - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra, Ichwanul Muslimin mengngungkapkan kerugian yang dialami PT. Pembangunan Jaya Ancol mempunyai alasan yang jelas dan rasional. Menurutnya, kerugian tersebut disebabkan oleh Pandemi Covid-19 yang berdampak pada penutupan seluruh kegiatan wisata di Jakarta.

"Mengalami penurunan alasannya jelas, sejak awal pandemi Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sementara semua sektor pariwisata untuk beberapa bulan," katanya melalui pesan tertulis di Jakarta, Rabu (11/11/2020) malam.

Disamping itu, jelas Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini, PT. Pembangunan Jaya Ancol masih harus memenuhi kewajiban membayar gaji karyawan, pemeliharaan wahana (dufan), hewan serta fasilitas umum lain nya. Ia menyebut, sekalipun Pemprov DKI mengeluarkan kebijakan PSBB, tetapi kapasitas pengunjung dibatasi hingga 50%.

BERITA TERKAIT :
Main Roller Skate Tak Pakai Masker, Ketua DPRD: Tindak Tegas Pelanggar Prokes
Sepekan PSBB Covid Tetap Menggila, PDIP DKI Kritisi Penegakan Hukum Pemfrov

"Kemudian Masuk kemasa PSBB transisi yang dimana jumlah wisatawan masih harus dibatasi 50 % dari normalnya sementara overhead yang harus dikeluarkan perbulannya pun besar seperti kewajiban membayar gaji karyawan, pemeliharaan wahana (dufan) & hewan serta fasilitas umum itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," jelasnya.

Dalam laporan keuangan interim konsolidasian yang tidak diaudit periode Januari-September 2020. Emiten berkode PJAA ini mencatat kerugian di kuartal III-2020 mencapai Rp252,12 miliar. Bila dibandingkan kuartal III-2019, Ancol masih mencatat laba sebesar Rp153,96 miliar. 

Bila diruntun laporan keuangannya, perseroan juga mencatatkan penurunan pendapatan usaha menjadi Rp305,5 miliar di periode September 2020 anjlok 68,68%. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu Ancol berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp975,74 miliar.

Dalam jumlah aset, Jaya Ancol mencatat kenaikan yang cukup besar. Tercatat jumlah aset pada hingga kuartal III-2020 naik Rp124,79 miliar atau 3,05% menjadi 4,22 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,1 triliun.

Bersamaan dengan itu, jumlah liabilitas Jaya Ancol pun meningkat pada kuartal III-2020 menjadi sebesar Rp2,32 triliun. Hal ini dibandingkan kuartal III-2019 yang sebesar Rp1,95 triliun. Namun, sayangnya jumlah ekuitas mengalami penurunan, di mana kuartal III-2020 mencapai Rp1,9 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,15 triliun.